Seputar Sulteng

Kinerja PT Vale Melesat di Kuartal II 2026, EBITDA Tumbuh 45 Persen

Global Sulteng
×

Kinerja PT Vale Melesat di Kuartal II 2026, EBITDA Tumbuh 45 Persen

Sebarkan artikel ini
Kinerja PT Vale Melesat di Kuartal II 2026, EBITDA Tumbuh 45 Persen
PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja operasional dan keuangan yang lebih kuat pada kuartal II 2026. Foto: PT Vale.

GLOBALSULTENG.COM – PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja operasional dan keuangan yang lebih kuat pada kuartal II 2026. Peningkatan produksi nikel dan membaiknya harga jual mendorong pertumbuhan laba, sekaligus memperkuat langkah perusahaan mempercepat proyek hilirisasi nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.

Sepanjang April–Juni 2026, PT Vale membukukan EBITDA sebesar US$116 juta, meningkat 45 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai US$80 juta. Sementara laba bersih naik 39 persen menjadi US$61 juta, dari US$44 juta pada kuartal I.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Perbaikan kinerja tersebut ditopang peningkatan volume produksi. Selama kuartal II, PT Vale memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam matte, naik dari 13.620 metrik ton pada kuartal sebelumnya.

Di sisi penjualan, perusahaan mencatat penjualan 13.932 metrik ton nikel matte dengan harga realisasi rata-rata US$14.765 per ton, yang turut mendongkrak profitabilitas.

Secara kumulatif hingga semester pertama 2026, PT Vale membukukan pendapatan sebesar US$543 juta, EBITDA US$196 juta, serta laba bersih US$104 juta.

Perseroan menyebut capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan perusahaan juga terus mempercepat agenda hilirisasi nikel nasional melalui pengembangan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL).

Salah satu perkembangan penting, kata Bernardus, adalah tibanya autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Baca juga: Menjaga Keindahan Kepulauan Togean dari Ancaman Illegal Fishing

“Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Bernardus.

Menurut dia, proyek HPAL akan mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik global.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, PT Vale mengalokasikan belanja modal sekitar US$116 jutaselama kuartal II 2026. Investasi tersebut difokuskan pada keberlanjutan operasi sekaligus percepatan penyelesaian proyek-proyek strategis perusahaan.

Hingga 30 Juni 2026, perusahaan memiliki saldo kas dan setara kas sebesar US$111 juta. Penurunan posisi kas dibandingkan kuartal sebelumnya disebut dipengaruhi aktivitas investasi yang masih berlangsung.

Dalam laporan keuangannya, PT Vale mencatat pendapatan kuartal II sebesar US$290,4 juta, meningkat dari US$252,7 juta pada kuartal sebelumnya. Laba sebelum pajak tercatat US$87,3 juta, sedangkan laba periode berjalan mencapai US$60,8 juta.

Sementara itu, total aset perseroan hingga akhir Juni 2026 mencapai US$3,38 miliar, dengan total ekuitas sebesar US$2,83 miliar.

Meski arus kas digunakan untuk mendukung investasi dan pembayaran dividen, PT Vale menegaskan tetap menerapkan disiplin pengelolaan modal guna menjaga ketahanan keuangan sekaligus memastikan proyek-proyek pengembangan tetap berjalan sesuai target.

Kinerja positif PT Vale pada kuartal II ini memperlihatkan kombinasi antara meningkatnya performa operasional dan percepatan investasi hilirisasi yang menjadi fokus utama perusahaan di tengah tingginya permintaan bahan baku industri kendaraan listrik.