GLOBALSULTENG.COM – PT Jasa Raharja menggandeng Korlantas Polri dan komunitas pengemudi online maupun konvensional dalam kegiatan “Ngobrol Keselamatan Lalu Lintas bareng Komunitas” guna memperkuat budaya keselamatan di jalan raya sekaligus mempercepat penanganan korban kecelakaan lalu lintas.
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan komunitas pengemudi memiliki peran strategis karena setiap hari berada di jalan dan dapat menjadi pihak pertama yang memberikan informasi saat terjadi kecelakaan.
Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja turut menyosialisasikan fitur Lapor Laka pada aplikasi JRKu. Fitur itu memungkinkan masyarakat melaporkan kecelakaan lalu lintas secara cepat dan terintegrasi guna mendukung percepatan penanganan korban.
“Penanganan golden period bisa jadi titik krusial untuk menekan fatalitas korban laka lantas. Komunitas yang setiap hari berada di jalan raya bisa menjadi first responder untuk memberikan informasi lebih cepat,” ujar Awaluddin, Rabu (20/5/2026).
Ia menambahkan, fitur tersebut dihadirkan untuk membantu masyarakat maupun keluarga korban agar tidak kebingungan saat kecelakaan terjadi, khususnya terkait langkah awal memperoleh layanan dan penanganan medis.
“Kami ingin membangun kolaborasi bersama komunitas pengemudi sebagai bagian dari budaya keselamatan di jalan raya. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” tuturnya.
Baca juga: Marak Modus KUR Palsu, BRI Ingatkan Pengajuan Tidak Ditawarkan Secara Online
Pada kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri Agus Suryo Nugroho menegaskan keselamatan berlalu lintas membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk komunitas pengemudi yang berada di garis terdepan di jalan raya.
Menurut Agus, fitur Lapor Laka menjadi langkah maju dalam transformasi layanan digital yang dapat terus disempurnakan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Keselamatan terhadap jiwa orang adalah tugas kita bersama. Kami yakin kolaborasi ini akan semakin terkoordinasi dengan baik,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari RS Husada. Direktur Nonmedik RS Husada, Fushen, menilai percepatan informasi kecelakaan sangat membantu rumah sakit mempersiapkan penanganan medis pada masa golden period korban.
“Kami melihat fitur ini akan memotong banyak waktu dan mengefisienkan pelayanan terhadap korban sehingga peluang keberhasilan penanganan medis menjadi lebih besar,” katanya.
Sementara itu, perwakilan mitra pengemudi online, Dwi Susanti, menyambut positif kehadiran fitur JRKu karena dinilai memudahkan pengemudi ikut berkontribusi dalam pelaporan kecelakaan di lapangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran direksi Jasa Raharja, perwakilan rumah sakit, komunitas pengemudi dari Gojek, Grab, Maxim, inDrive, Xanh SM, Bluebird Group, serta unsur kesehatan dan keselamatan lalu lintas lainnya.












