Gaya Hidup

Bangun Mesjid Rp 1M Pakai Dana Pribadi di Morowali, Bripka Supriyono Dapat Penghargaan dari Kapolri

Global Sulteng
×

Bangun Mesjid Rp 1M Pakai Dana Pribadi di Morowali, Bripka Supriyono Dapat Penghargaan dari Kapolri

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Bangun Mesjid Rp 1M Pakai Dana Pribadi di Morowali, Bripka Supriyono Dapat Penghargaan dari Kapolri
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada Bripka Supriyono sebagai polisi inspirator bagi masyarakat Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada Bripka Supriyono sebagai polisi inspirator bagi masyarakat Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Adapun penghargaan yang di berikan Kapolri yakni diberikan kesempatan untuk mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-53 Tahun 2024.

Iklan - Geser untuk melanjutkan

Penghargaan itu diberikan karena ketulusan hatinya membangun sebuah mesjid untuk masyarakat di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi dengan menggunakan anggaran pribadi di atas lokasi pemberian mertuanya.

Kata Bripka Supriyono, pembangunan mesjid itu bermula saat dirinya melihat para jemaah membludak. Pasalnya, di Desa Labota itu hanya terdapat 1 mesjid.

Baca juga: Kades Tada Utara Parimo Dilaporkan ke Polisi, Diduga Korupsi Dana Desa Rp 170 Juta

Sehingga, dirinya memutuskan untuk mendiskusikan pembangunan mesjid itu kepada sang istri dan mertuanya.

Ahasil, niat baik Bripka Supriyono mendapatkan respon positif dan memilih lahan pemberian mertuanya untuk dibangun mesjid.

Saat pembangunan mesjid itu, dirinya selalu menyisihkan gajinya untuk meneruskan pembangunan mesjid itu dengan ditambah moda dari usaha kos-kosannnya.

“Pembangunannya dimulai tahun 2022 bertahap, saya juga dibantu istri karna dia kerja di kecamatan dan dibantu juga modal dari pemghasilan kos-kosan,” ucapnya kepada GlobalSulteng, Sabtu (30/3/2024).

Tak terasa, mesjid itu telah selesai dibangun dan diresmikan pada Juni 2023 dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 1 milliar. Mesjid itupun diberi nama Masjid Annisa. Pemberian nama mesjid itu adalah singkatan dari nama kedua mertuanya yaitu Adnan dan Munisa.

Dia menambahkan, Mesjid Annisa juga mempunyai program yang dinamakan Gerakan Berbagi. Kegiatan itu dilakukan setiap hari Jumat.

Baca juga: Warung Emak-emak Penjual Miras di Banggai Dirazia Polisi

“Saya berharap apa yang saya lakuka bisa menjadi ladang pahala dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.