Ekonomi

Jeruk Semboro Tembus Pasar Nasional, Antoni Kembangkan Usaha Bersama BRI

Global Sulteng
×

Jeruk Semboro Tembus Pasar Nasional, Antoni Kembangkan Usaha Bersama BRI

Sebarkan artikel ini
Jeruk Semboro Tembus Pasar Nasional, Antoni Kembangkan Usaha Bersama BRI
Antoni kini mampu mengirim dua hingga tiga truk jeruk Semboro dalam sehari ke berbagai wilayah Indonesia. Capaian itu berawal dari usaha keluarga yang dahulu hanya mengandalkan sepeda motor untuk mengangkut hasil panen. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Antoni kini mampu mengirim dua hingga tiga truk jeruk Semboro dalam sehari ke berbagai wilayah Indonesia. Capaian itu berawal dari usaha keluarga yang dahulu hanya mengandalkan sepeda motor untuk mengangkut hasil panen.

Perubahan skala usaha tersebut tidak lepas dari akses pembiayaan dan pendampingan BRI. Antoni memanfaatkan dukungan itu untuk mengembangkan perdagangan jeruk sekaligus membangun klaster usaha yang kini beranggotakan 22 pedagang, mayoritas pelaku usaha kecil.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Antoni mulai menekuni budidaya jeruk pada 1997, mengikuti usaha ibunya yang berprofesi sebagai petani sekaligus pedagang. Pada 2001, ia memperluas kegiatan usaha ke perdagangan dan pengiriman jeruk antardaerah.

Seiring meningkatnya permintaan, Antoni melihat banyak pedagang kecil memiliki pasar, tetapi terkendala modal untuk membeli hasil panen petani dalam jumlah besar.

Ia kemudian menginisiasi pembentukan klaster agar para pedagang dapat memperoleh akses pembiayaan, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

“Teman-teman pedagang kecil sebenarnya punya pasar dan kemauan untuk berkembang, tetapi sering terkendala modal. Karena itu, kami mencoba membentuk klaster agar bisa berkembang bersama dan memanfaatkan akses pembiayaan dari BRI,” ujar Antoni, Jumat (30/10/2026).

Dukungan modal tersebut membantu anggota klaster meningkatkan kapasitas pembelian dan distribusi. Dalam empat hingga lima tahun, sejumlah pedagang yang sebelumnya mengangkut jeruk menggunakan sepeda motor mulai beralih ke kendaraan roda tiga.

Baca juga: Pemprov Sulteng Susun Peta Talenta ASN, Siapkan Calon Pemimpin Berbasis Kompetensi

Antoni sendiri kini mengelola usaha dari budidaya, penyewaan kebun, hingga distribusi. Jaringan pemasarannya menjangkau Yogyakarta, Cirebon, Pangkalpinang, Jakarta, Lombok, hingga Papua.

Saat panen raya, agen yang bekerja sama dengannya mampu mengirim dua hingga tiga truk jeruk setiap hari. Setiap truk mengangkut sekitar 6,5 hingga 7 ton buah.

Selain pembiayaan, anggota klaster mendapat dukungan sarana usaha berupa timbangan, peti buah, dan keranjang bambu. Mereka juga mengikuti pembinaan melalui program Desa BRILiaN serta kegiatan bazar untuk memperkenalkan jeruk Semboro ke pasar yang lebih luas.

Pertumbuhan perdagangan tersebut turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Aktivitas pemetikan, pengemasan, penanganan buah, hingga pengangkutan membutuhkan tenaga tambahan.

Pedagang pengumpul biasanya melibatkan satu hingga dua pekerja, sedangkan distributor memerlukan lebih banyak tenaga kerja.

“Ketika usaha berkembang, petani bisa menjual hasil panennya, pedagang bisa membeli lebih banyak, dan masyarakat juga mendapatkan kesempatan bekerja,” kata Antoni.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, dukungan terhadap UMKM tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha dan perluasan pasar.

“Ketika pembiayaan dan pendampingan berjalan bersama, usaha dari daerah dapat tumbuh, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Dhanny.