GLOBALSULTENG.COM – Mur Dwi Astuti memperluas lahan pertanian padinya dari satu menjadi tiga hektare setelah mendapat akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BRI.
Petani perempuan asal Merauke, Papua, itu memanfaatkan pembiayaan tersebut untuk menopang kebutuhan operasional pertanian, mulai dari budidaya, pembayaran tenaga kerja, hingga penggunaan alat pertanian.
Perjalanan Mur mengembangkan usaha tidak mudah. Ia harus menghadapi perubahan cuaca, keterbatasan air saat kemarau, hingga serangan hama yang dapat memengaruhi hasil panen.
“Kita ini tergantung musim, biasanya ya padi kalau bagus ya kita dapat hasil bagus, kalau jelek ya jelek,” kata Mur, Selasa, 15 September 2026.
Sebelum menggunakan layanan BRI, Mur lebih dulu memanfaatkan fasilitas gadai emas di Pegadaian untuk memenuhi kebutuhan keuangannya.
Seiring usaha berkembang dan kebutuhan modal meningkat, ia kemudian memilih KUR Mikro BRI. Pembiayaan tersebut digunakannya untuk meningkatkan skala usaha pertanian.
Menurut Mur, salah satu pertimbangannya memilih KUR Mikro BRI adalah skema pembiayaan yang tidak mengharuskannya menyediakan jaminan lain. Ia juga mendapat pendampingan dari petugas BRI selama proses pengajuan.
“Kita langsung menghubungi petugasnya, langsung ditanya-tanya, dilayanin,” ujarnya.
Bukan hanya memperluas lahan, Mur mengaku mulai memperbaiki cara mengelola keuangan usaha. Ia belajar menyisihkan sebagian pendapatan untuk kembali menjadi modal pada musim tanam berikutnya.
“Soalnya kan kita ini belum bisa mengelola keuangannya. Nah, terus kita dibantu oleh BRI, jadi kita bisa simpan-simpan uangnya lebih mudah,” kata Mur.
Baca juga: Modal PNM Mekaar Bawa Hernawati Kembangkan Laundry dan Jadi Agen BRILink
Bagi Mur, pengelolaan keuangan menjadi penting karena usaha pertanian sangat bergantung pada musim. Modal yang cukup membuatnya lebih leluasa menjaga operasional sekaligus mengembangkan lahan secara bertahap.
Pengalaman tersebut juga membuat Mur semakin percaya diri sebagai perempuan yang menekuni sektor pertanian.
“Ya, yang penting kita tuh mau berusaha, pasti perempuan juga bisa,” ujarnya.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan perjalanan Mur menunjukkan akses pembiayaan dapat berkembang mengikuti kebutuhan pelaku usaha.
“Pengalaman Mur yang terlebih dahulu memanfaatkan gadai emas di Pegadaian, kemudian beralih memanfaatkan KUR Mikro BRI, menunjukkan adanya ruang bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan naik kelas seiring meningkatnya kebutuhan modal,” ungkap Dhanny.
Menurut dia, sinergi Holding Ultra Mikro yang terdiri atas BRI, Pegadaian, dan PNM terus diperkuat untuk membuka akses layanan keuangan bagi pelaku usaha ultra mikro, mikro dan kecil.
Bagi Mur, perjalanan dari mengelola satu hektare menjadi tiga hektare belum mengakhiri tantangan. Perubahan musim dan keterbatasan air masih menjadi bagian dari kesehariannya sebagai petani.
Namun, ia memilih terus mengembangkan usaha dengan mengelola modal dan keuangan secara lebih terencana.












