GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendorong generasi muda mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, termasuk menabung, berinvestasi, dan menyiapkan dana darurat.
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan kemampuan mengelola uang menjadi semakin penting di tengah kemudahan transaksi digital dan gaya hidup yang terus berkembang.
Menurut dia, tantangan anak muda bukan hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga mengelolanya secara bijak.
Hal itu disampaikan Achmad dalam Lampung Financial Festival 2026, Minggu, 6 September 2026. Ia menyebut ada tiga bekal yang perlu dimiliki generasi muda, yakni financial discipline, financial knowledge, dan financial growth mindset.
Disiplin finansial dapat dimulai dengan menyisihkan pendapatan sejak awal, bukan menunggu uang tersisa di akhir bulan. Dana tersebut kemudian dapat dialokasikan untuk kebutuhan, dana darurat, tabungan, hingga investasi.
Sementara itu, financial knowledge mencakup pemahaman mengenai tabungan, investasi, proteksi, dan kredit, termasuk risiko dari setiap keputusan keuangan.
Baca juga: BRI dan Serikat Pekerja Sepakati PKB 2026–2028, Fokus Perkuat Kesejahteraan Karyawan
Adapun financial growth mindset mendorong anak muda melihat penghasilan bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga sebagai modal membangun aset.
Achmad mengatakan semakin dini seseorang mulai menabung dan berinvestasi, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mengembangkan aset melalui efek compounding. Karena itu, ia mendorong generasi muda memulai dari nominal kecil dan dilakukan secara konsisten.
BRI juga mengembangkan layanan digital seperti BRImo untuk membantu masyarakat mengelola berbagai kebutuhan finansial. Achmad mengingatkan teknologi seharusnya tidak hanya digunakan untuk mempermudah konsumsi, tetapi juga membantu menabung dan berinvestasi.
Di tengah meningkatnya transaksi digital, ia juga mengingatkan generasi muda agar mewaspadai financial scam. Salah satu prinsip yang dapat diterapkan adalah “Stop, Check, Verify”.
Menurut Achmad, pengguna perlu berhenti sejenak ketika mendapat pesan yang membuat panik atau tergiur, memeriksa transaksi melalui aplikasi resmi, kemudian melakukan verifikasi melalui kanal resmi bank jika masih ragu.
“Start small, start slow, but start now!” kata Achmad, mendorong generasi muda mulai membangun kebiasaan finansial tanpa harus menunggu memiliki penghasilan besar.












