Ekonomi

BRI Jaga Pertumbuhan Kredit, NPL dan Cost of Credit Turun

Global Sulteng
×

BRI Jaga Pertumbuhan Kredit, NPL dan Cost of Credit Turun

Sebarkan artikel ini
BRI Jaga Pertumbuhan Kredit, NPL dan Cost of Credit Turun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pertumbuhan kredit 16,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.646 triliun hingga Triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas aset. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pertumbuhan kredit 16,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.646 triliun hingga Triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas aset.

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti mengatakan perseroan tidak sekadar mengejar pertumbuhan kredit, tetapi memastikan ekspansi tetap berada dalam batas risiko yang terukur.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BRI pada Triwulan II 2026 berada di atas industri perbankan dan diikuti dengan perbaikan kualitas aset,” kata Ety dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BRI turun menjadi 2,9 persen dari 3 persen pada periode yang sama tahun lalu.

BRI juga mencatat perbaikan Loan at Risk (LaR), dari 9,6 persen pada akhir 2025 menjadi 9,1 persen pada Triwulan II 2026. Cost of Credit (CoC) turut turun dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Baca juga: Kalla Toyota Gelar Promo September, Ada Bunga 0 Persen dan Gratis Angsuran

Ety mengatakan perbaikan tersebut didukung strategi selective growth. BRI mengarahkan ekspansi kepada sektor dan nasabah dengan profil risiko yang terukur, sekaligus memperkuat sistem peringatan dini, penagihan dan pemulihan kredit.

“Pengelolaan risiko dilakukan secara end-to-end, mulai dari proses pipeline akuisisi dan seleksi debitur, monitoring kualitas kredit, hingga collection dan recovery,” ujar Ety.

Strategi tersebut menjadi penting karena UMKM tetap menjadi bisnis inti BRI. Perseroan mengandalkan basis nasabah yang luas dan portofolio yang tersebar secara geografis maupun sektoral untuk menjaga daya tahan bisnis.

Di sisi kinerja, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara tahunan. Laba bersih konsolidasian juga naik 17,5 persen menjadi Rp31,2 triliun.