Seputar Sulteng

Pemprov Sulteng Respons Kelangkaan Pertalite di Kota Palu, Ternyata Ini Penyebabnya

Global Sulteng
×

Pemprov Sulteng Respons Kelangkaan Pertalite di Kota Palu, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sulteng Respons Kelangkaan Pertalite di Kota Palu, Ternyata Ini Penyebabnya
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) merespons kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) merespons kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sulteng, Rudi Dewanto mengatakan pihaknya telah melaksanakan rapat dengan Pertamina untuk membahas langkah konkret mengatasi kelangkaan BBM jenis pertalite yang memicu antrean panjang tersebut.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Gubernur menginginkan ada solusi konkret terhadap persoalan kelangkaan pertalite yang terjadi di Kota Palu. Kita berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan langkah yang tepat untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya pertalite,” kata dia.

Saat itu, pihak Pertamina menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan pertalite dipengaruhi kondisi cuaca buruk yang berdampak pada perjalanan kapal pengangkut BBM dari Bitung, Sulawesi Utara (Sultra) sekitar 15 Agustus 2026.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Kota Palu Ditangkap Polisi, Motifnya Karena Sakit Hati

Kemudian, Pertamina melakukan langkah antisipasi dengan mencari pasokan alternatif dari depot Bau-Bau serta mengambil stok dari depot Poso untuk menjaga kebutuhan masyarakat.

Mereka juga menyatakan bahwa pasokan dari Bau-Bau dan Bitung telah kembali masuk secara normal pada periode 20 hingga 24 Agustus 2026 serta kondisi antrian di beberapa SPBU khususnya di Kota Palu berangsur normal sejak Rabu, 26 Agustus 2026.

Kendati demikian, Pemprov Sulteng bersama Pertamina akan terus memantau kondisi pasokan BBM di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Rudi Dewanto menambahkan, pentingnya koordinasi agar setiap potensi gangguan distribusi dapat diantisipasi, terutama ketika terjadi kendala akibat faktor cuaca serta transportasi.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan,” ujar Rudi Dewanto.