GLOBALSULTENG.COM, PALU – Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Amar mendorong mahasiswa dan dosen muda mengubah pola pikir untuk menghadapi persaingan global.
Dia menjelaskan, Untad telah meraih akreditasi unggul dan masuk 35 besar universitas terbaik di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan kampus untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
“Kita harus mengubah mindset. Persaingan dunia kerja saat ini tidak lagi terbatas pada level lokal atau nasional, tetapi sudah menjadi persaingan global,” ucapnya saat membuka Sosialisasi Magang dan Beasiswa Luar Negeri di Auditorium Untad, Senin, 24 Agustus 2026.
Internasionalisasi Untad, kata Prof Amar tidak cukup hanya menyasar mahasiswa, dosen muda juga harus memiliki pengalaman dan kompetensi internasional.
Dia bahkan mendorong dosen baru yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan untuk memilih kampus di luar negeri.
Baca juga: Yaristan Palesa Beberkan Titik Masalah Lahan Sawit PT ANA di Morowali Utara
“Seluruh dosen yang baru diterima, baik CPNS, PNS, maupun P3K yang memungkinkan untuk melanjutkan studi, saya tidak merekomendasikan untuk sekolah di dalam negeri. Semua harus mendapat rekomendasi sekolah di luar negeri,” ujarnya.
Mendukung itu, Untad telah membangun sejumlah kerja sama internasional, termasuk dengan British Council untuk penguatan kemampuan bahasa asing seperti TOEFL, IELTS dan bahasa Mandarin.
Prof Amar juga meminta mahasiswa memanfaatkan program magang internasional sebagai pintu masuk mendapatkan pengalaman kerja global.
Menurut dia, program magang Untad di Jepang telah memasuki tahun ketiga. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga uang saku dan sertifikat kerja internasional.
Dia menambahkan, peluang pendidikan dan pengalaman internasional harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas lulusan Untad agar mampu bersaing bukan hanya di Sulteng atau Indonesia, tetapi juga di dunia kerja global.
“Jangan pernah takut bermimpi ke luar negeri. Pengalaman belajar dan bekerja di luar negeri adalah investasi penting untuk membangun karakter dan kompetensi,” tuturnya.












