GLOBALSULTENG.COM – Perum Jasa Tirta I (PJT I) mulai memperkuat pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai (WS) Parigi–Poso, Sulawesi Tengah, setelah pemerintah menambah wilayah kerja perusahaan melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2026.
PJT I menyatakan siap menjalankan penugasan tersebut dengan mengedepankan pengelolaan yang terpadu, profesional dan berkelanjutan.
Langkah awal dilakukan melalui sosialisasi Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2026 yang digelar bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada 2 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkenalkan peran PJT I sekaligus menyamakan pemahaman dengan pemerintah, pengguna sumber daya air, dan pemangku kepentingan terkait pengelolaan WS Parigi–Poso.
Kepala Divisi Jasa ASA WS Parigi–Poso PJT I, Ariet Setiawan, mengatakan kolaborasi menjadi kunci agar penugasan tersebut berjalan optimal.
“Kami siap menjalankan amanah pengelolaan sumber daya air di WS Parigi–Poso. Tahapan awal yang kami lakukan adalah membangun koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,” kata Ariet, Kamis, 13 Agustus 2026.
Baca juga: Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU, Abdussalam Shohib Sebut Sudah Kantongi 325 Dukungan
Menurut dia, setiap wilayah sungai memiliki karakteristik, kebutuhan, dan tantangan berbeda. Karena itu, PJT I akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, pemerintah daerah, pengguna sumber daya air, masyarakat, serta pihak terkait lainnya.
Pengelolaan WS Parigi–Poso akan mengacu pada lima pilar pengelolaan, yakni konservasi, pendayagunaan, pengendalian daya rusak air, pengembangan sistem informasi sumber daya air, serta pemberdayaan dan peran serta masyarakat.
PJT I juga akan mendukung operasi dan pemeliharaan sarana-prasarana sumber daya air serta mengoptimalkan pemanfaatan air untuk kebutuhan masyarakat dan pembangunan.
“Kami ingin kehadiran PJT I dapat memberikan nilai tambah bagi pengelolaan di WS Parigi–Poso. Bukan hanya melalui pengelolaan wilayah sungai, tetapi juga dengan membangun kolaborasi jangka panjang,” ujarnya.
PJT I akan membawa pengalaman 36 tahun dalam pengelolaan sumber daya air untuk mendukung penugasan tersebut. Kompetensi dan sistem operasional yang telah dikembangkan perusahaan akan diterapkan dengan menyesuaikan kondisi WS Parigi–Poso.












