GLOBALSULTENG.COM, PALU – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Amar mengingatkan agar mahasiswa Pascasarjana bijak dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence atau akal imitasi.
Hal itu disampaikan saat acara Silaturahmi Akademik Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Tahun 2026 di Best Western Plus Coco Palu, Minggu, 2 Agustus 2026.
Kata Prof Amar, pemanfaatan akal imitasi merupakan wadah untuk mendukung pembelajaran dan penelitian, tetapi harus tetap berlandaskan integritas akademik.
“Manfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, secara bijaksana sebagai pendukung pembelajaran dan penelitian, namun tetap menjunjung tinggi integritas akademik, kejujuran ilmiah serta menghindari plagiarisme,” ujarnya.
Pasalnya, Program Pascasarjana merupakan marwah utama perguruan tinggi. Sehingga, seluruh proses pendidikan harus berjalan sesuai standar akademik agar kualitas lulusan dan reputasi Untad tetap terjaga.
Baca juga: Oknum ASN di Kabupaten Poso Dipolisikan Diduga Lecehkan Dua Siswi Kakak Beradik
Lebih lanjut, Prof Amar mendorong agar mahasiswa Pascasarjana Untad menjadi agen transformasi yang mampu mendorong terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Menurut Prof Amar, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Pendidikan Pascasarjana, kata Prof Amar bukan sekadar memperoleh gelar, tetapi proses untuk membangun kapasitas intelektual dan kepemimpinan.
“Pendidikan pascasarjana bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi merupakan proses pendalaman ilmu, penguatan kapasitas kepemimpinan, kematangan intelektual, serta pembentukan karakter akademis yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Olehnya, Prof Amar mengajak seluruh sivitas akademika Pascasarjana Untad memperkuat sinergi dalam membangun lingkungan akademik yang produktif, menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta melahirkan lulusan yang siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.












