Seputar Sulteng

Kemiskinan Morowali 10,38 Persen, Pemkab Perkuat Data dan Evaluasi Program

Global Sulteng
×

Kemiskinan Morowali 10,38 Persen, Pemkab Perkuat Data dan Evaluasi Program

Sebarkan artikel ini
Kemiskinan Morowali 10,38 Persen, Pemkab Perkuat Data dan Evaluasi Program
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menargetkan penurunan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 10,38 persen melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menargetkan penurunan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 10,38 persen melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas saat membuka rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di Aula Bappelitbangda Morowali, Senin, 14 September 2026.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN. Pemutakhiran data dinilai penting agar program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran.

Iriane Iliyas meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi aktif mengecek kondisi masyarakat di lapangan.

“Setiap dua bulan masing-masing dinas turun ke desa dan berkolaborasi. Kita harus bersama-sama bekerja agar angka kemiskinan di Morowali terus menurun,” ujar Iriane.

Baca juga: 14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Bantu Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir

Ia juga menekankan penggunaan data berdasarkan desil sebagai dasar menentukan penerima manfaat.

Menurutnya, data yang valid akan membantu pemerintah memilih intervensi sesuai kondisi dan kebutuhan warga.

Iriane meminta perangkat daerah ikut mendampingi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam proses pendataan, tanpa mengganggu independensi statistik.

Selain kemiskinan, Pemkab Morowali juga diminta memperhatikan inflasi yang masih perlu dikendalikan. Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar persoalan sosial ekonomi dapat ditangani secara terpadu.

Iriane Iliyas mengatakan potensi sumber daya alam Morowali yang besar harus berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia meminta pemutakhiran data dilakukan secara berkala dan dievaluasi setiap tiga bulan dengan melibatkan seluruh perangkat daerah terkait.

“Angka kemiskinan Morowali saat ini 10,38 persen. Kita berharap dengan upaya bersama angka tersebut dapat terus kita turunkan,” katanya.