GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Universitas Tadulako menggelar Seminar Akhir Penyusunan Standar Harga Satuan (SSH), Analisis Standar Belanja (ASB), dan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) Tahun Anggaran 2027.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Morowali, Afridin di Aula Hotel Soldadu, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah pada Jumat, 24 Juli 2026.
Kata Afridin, SSH, ASB serta HSPK merupakan instrumen penting dalam mendukung tata kelola keuangan daerah yang transparan, efisien dan akuntabel.
“SSH menjadi acuan kewajaran harga barang dan jasa, ASB menjadi pedoman pengalokasian belanja sesuai kebutuhan dan kinerja, sedangkan HSPK menjadi dasar perhitungan biaya pekerjaan agar setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara tepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, harga yang tercantum dalam SSH dan HSPK merupakan batas tertinggi dalam penyusunan anggaran. Apabila harga di lapangan melebihi standar tersebut, perangkat daerah wajib melakukan analisis yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Apabila harga pasar di lapangan melebihi harga yang tercantum, maka harus dilakukan analisis lebih lanjut dengan dasar yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Afridin berharap dokumen SSH, ASB, dan HSPK yang disusun mampu menjawab kebutuhan riil daerah sehingga dapat menjadi dasar penyusunan APBD 2027 yang lebih efektif, tepat sasaran, dan adaptif terhadap perkembangan di Kabupaten Morowali.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPKAD, tim penyusun dari Universitas Tadulako, serta seluruh OPD yang terlibat dalam penyusunan dokumen tersebut.
“Kami berharap hasil penyusunan ini benar-benar implementatif sehingga mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran daerah demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.












