GLOBALSULTENG.COM – Sejumlah infrastruktur dan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah (Sulteng) pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa, 16 Juni 2026.
Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, kerusakan terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong (Parimo), hingga Poso.
Salah satu kerusakan yang menjadi perhatian adalah retaknya Jembatan III Palu. Selain itu, beberapa bangunan di ibu kota provinsi tersebut dilaporkan roboh akibat kuatnya guncangan gempa.
Di Kabupaten Sigi, dampak gempa tidak hanya merusak bangunan warga. Longsor juga terjadi di kawasan Gunung Kamarora yang mengganggu akses dan infrastruktur di wilayah tersebut. Saluran air warga dilaporkan terputus akibat pergerakan tanah pascagempa.
Kerusakan serupa juga ditemukan di Kabupaten Parimo dan Kabupaten Poso. Di wilayah Napu, Kabupaten Poso, akses jalan dilaporkan mengalami kerusakan dan masih menunggu hasil asesmen tim di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, mengatakan petugas masih melakukan pendataan menyeluruh untuk mengetahui tingkat kerusakan infrastruktur dan dampak yang ditimbulkan.
Baca juga: Wagub Reny Lamadjido Tinjau Rumah Sakit dan Permukiman Warga Terdampak Gempa di Sigi
Tim Reaksi Cepat BPBD bersama aparat pemerintah daerah saat ini disebar ke sejumlah titik terdampak guna mengumpulkan data kerusakan, korban, serta kebutuhan mendesak masyarakat.
“Pendataan masih berlangsung dan terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan,” ucap Asbudianto.
Di tengah proses pendataan, aktivitas kegempaan masih terjadi. BPBD mencatat hingga pukul 13.38 WITA telah terjadi puluhan gempa susulan setelah gempa utama mengguncang wilayah Sulteng.
Gempa susulan itu terdiri atas satu kali magnitudo 5, sepuluh kali magnitudo 4, tiga puluh satu kali magnitudo 3, dan empat kali magnitudo 2.
Meski demikian, hingga Selasa sore belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Pemerintah daerah masih melakukan verifikasi data dari seluruh wilayah terdampak.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Gempa magnitudo 6,7 tersebut terjadi pada pukul 11.27 WITA dengan pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.












