Seputar Sulteng

Sesosok Mayat Pria Ditemukan Tergantung Membusuk di Pondok Kebun Desa Lobu Moutong

Global Sulteng
×

Sesosok Mayat Pria Ditemukan Tergantung Membusuk di Pondok Kebun Desa Lobu Moutong

Sebarkan artikel ini
Sesosok Mayat Pria Ditemukan Tergantung Membusuk di Pondok Kebun Desa Lobu Moutong
Sosok mayat pria ditemukan tergantung membusuk di sebuah pondok kebun di Dusun V Toleyan, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Sosok mayat pria ditemukan tergantung membusuk di sebuah pondok kebun di Dusun V Toleyan, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.

Tim medis dari Puskemas Moutong memperkirakan pria tersebut telah meninggal dunia sekitar 10-20 hari sebelum ditemukan yang menyulitkan proses identifikasi.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Mayat pria di Moutong itu pertama kali ditemukan oleh seorang petani bernama Kasim Olii (50) yang hendak menuju kebunnya.

Saat melintas, saksi melihat sesosok orang dalam keadaan tergantung di dalam pondok. Sehingga, saksi segera kembali ke kampung untuk memberitahukan kepada warga.

Kemudian, warga bersama personel Polsek Moutong dan tim medis Puskesmas Moutong langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke RSUD Buluye Napoa’e.

Saat itu, petugas menemukan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi, seperti dua bilah parang, celana pendek warna biru, senter kepala warna hijau, tali nilon warna biru tua, botol minuman serta alat hisap narkotika jenis sabu berupa kaca pirek.

Baca juga: Sidang Gugatan Seleksi Komisi Informasi Sulteng di PTUN Palu, Saksi Penggugat Sebut Syarat Non Parpol Bersifat Mutlak

Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfons Saudale mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan identitas maupun penyebab kematian korban.

“Kami sudah lakukan pemeriksaan saksi-saksi dan koordinasi dengan tim medis. Fokus kami saat ini mengidentifikasi korban dan memastikan penyebab kematiannya,” ucapnya.

Felix Alfons juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait identitas korban agar segera melapor kepada pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengungkap secara utuh peristiwa ini,” ujarnya.

Diketahui, jasad korban saat ini masih berada di kamar jenazah RSUD Buluye Napoa’e untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.