GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap maraknya modus penipuan berkedok Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang beredar melalui tautan tidak resmi dan media sosial.
BRI menegaskan, berbagai penawaran KUR dengan iming-iming proses cepat melalui link tertentu bukan bagian dari layanan resmi perseroan dan merupakan modus kejahatan digital yang menyalahgunakan nama perusahaan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan KUR BRI hanya dilakukan melalui jaringan resmi BRI tanpa biaya awal.
Masyarakat dapat mengakses layanan melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, BRILink Agen, maupun tenaga pemasar resmi BRI di seluruh Indonesia.
BRI juga memastikan tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti PIN, password, maupun kode OTP dalam kondisi apa pun.
Setiap permintaan data pribadi tersebut dipastikan sebagai indikasi penipuan yang harus segera diwaspadai.
Baca juga: BRI Catat Transaksi Contactless Melonjak 1.144 Persen per Maret 2026
Akhmad mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan mencurigakan serta tidak mudah tergiur penawaran pinjaman dengan syarat tidak wajar atau janji pencairan instan.
Untuk memastikan keabsahan informasi, masyarakat diminta selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi BRI, termasuk website resmi, media sosial terverifikasi, maupun layanan Contact BRI 14017 dan 1500017.
BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan kepada masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.
Selain itu, perseroan juga aktif berkoordinasi dengan otoritas serta pihak terkait untuk menindaklanjuti penyalahgunaan nama BRI oleh pelaku kejahatan.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan layanan perbankan, BRI menegaskan akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, perlindungan nasabah, dan tata kelola perusahaan yang baik guna menjaga kepercayaan masyarakat.












