Olahraga

Dua Pemain Asal Tingkulang Parimo Sukses Bawa Celebest FC Juara Liga 4 Zona Sulteng

Global Sulteng
×

Dua Pemain Asal Tingkulang Parimo Sukses Bawa Celebest FC Juara Liga 4 Zona Sulteng

Sebarkan artikel ini
Dua Pemain Asal Tingkulang Parimo Sukses Bawa Celebest FC Juara Liga 4 Zona Sulteng
Dua pemain asal Desa Tingkulang, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sultan dan Junaid, menorehkan kisah perjalanan yang tak biasa di pentas sepak bola Sulawesi Tengah (Sulteng). Foto: GlobalSulteng.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Dua pemain asal Desa Tingkulang, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sultan dan Junaid, menorehkan kisah perjalanan yang tak biasa di pentas sepak bola Sulawesi Tengah (Sulteng).

Keduanya menjadi bagian penting dalam keberhasilan Celebest FC menjuarai Liga 4 Zona Sulteng usai menaklukkan Persigi dengan skor tipis 1-0 di partai final.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kemenangan tersebut bukan sekadar trofi, tetapi juga tiket menuju putaran nasional, sebuah lompatan besar bagi Sultan dan Junaid yang tumbuh dari kompetisi akar rumput.

Sejak awal laga, Celebest FC tampil agresif. Sultan yang beroperasi sebagai ujung tombak menjadi ancaman nyata bagi lini belakang Persigi.

Pergerakannya yang dinamis dipadukan dengan distribusi bola akurat dari Junaid di lini tengah menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Namun, efektivitas menjadi tantangan. Beberapa peluang emas dari kaki Sultan gagal berbuah gol.

Di sisi lain, solidnya pertahanan kedua tim membuat babak pertama berjalan alot tanpa gol.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. Protes keras dari pemain Persigi sempat memanaskan suasana, namun laga kembali terkendali. Di tengah tekanan tersebut, Celebest FC menemukan momentum.

Baca juga: Anwar Hafid Kumpul Kepala OPD Bahas Persoalan Honorer, Sebut Kondisi Keuangan Masih Cukup

Gol penentu lahir dari kaki Uci M Rifki, pemain asal Ambesia Barat. Gol itu menjadi pembeda sekaligus memastikan gelar juara bagi Celebest FC.

Di balik kemenangan tersebut, perjalanan Sultan dan Junaid menyimpan cerita panjang. Keduanya ditempa dari kerasnya kompetisi Antar Kampung (tarkam), panggung yang sering kali menjadi laboratorium bakat sepak bola daerah.

Nama Sultan atau Sultan Annas, mulai dikenal luas berkat ketajamannya di berbagai turnamen lokal.

Sementara Junaid, yang akrab disapa Junaid Tralala, mewarisi insting bermain dari sang ayah, Iswadi, mantan pemain Persittimo yang dikenal dengan tendangan kaki kiri kerasnya.

Dari lapangan sederhana di Desa Tingkulang Parimo hingga stadion kompetisi resmi, keduanya menapaki jalur yang tidak instan. Konsistensi di turnamen lokal membuka jalan menuju level kompetitif yang lebih tinggi.

Keberhasilan ini menjadi simbol bahwa talenta dari desa memiliki peluang yang sama untuk bersinar. Sultan dan Junaid bukan hanya membawa kemenangan bagi tim, tetapi juga mengangkat nama Tingkulang sebagai salah satu lumbung bakat sepak bola di Sulteng.

Kini, tantangan baru menanti di putaran nasional. Bagi Sultan dan Junaid, perjalanan belum selesai, justru baru memasuki babak yang lebih besar.