Seputar Sulteng

AMSI Sulteng Gelar Pelatihan Jurnalis untuk Perkuat Peliputan Isu Lingkungan

Global Sulteng
×

AMSI Sulteng Gelar Pelatihan Jurnalis untuk Perkuat Peliputan Isu Lingkungan

Sebarkan artikel ini
AMSI Sulteng Gelar Pelatihan Jurnalis untuk Perkuat Peliputan Isu Lingkungan
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan pelatihan jurnalis bertajuk Menulis untuk Menyelamatkan Alam. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan pelatihan jurnalis bertajuk Menulis untuk Menyelamatkan Alam.

Pelatihan yang dilaksanakan di Kota Palu itu diikuti 30 jurnalis dari berbagai daerah di Sulteng selama dua hari terhitung mulai tanggal 8-9 Januari 2025.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Adapun pelaksanaan kegiatan ini, bekerja sama dengan PT Donggi Senoro LNG, lembaga lingkungan serta komunitas jurnalis lokal, sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi media dalam menjaga keberlanjutan ekologis di Sulteng.

AMSI Sulteng menilai jurnalis memiliki peran strategis sebagai penjaga kepentingan publik ditengah masifnya eksploitasi sumber daya alam, khususnya pada sektor pertambangan dan alih fungsi lahan.

Tekanan terhadap lingkungan hidup yang terus meningkat, harus dipastikan bahwa pembangunan berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan ekologis.

Ketua AMSI Sulteng Muhammad Iqbal, mengatakan jurnalisme lingkungan harus mampu membongkar akar masalah, menguji kebijakan dan memastikan pembangunan tidak merampas hak ekologis masyarakat.

Menurut Iqbal, Sulteng saat ini berada di persimpangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan alam. Kolaborasi antarmedia dan lintas sektor, menjadi kunci agar liputan lingkungan tidak terfragmentasi.

“Jejaring yang kuat akan membuat liputan memiliki daya dorong untuk mendorong perubahan kebijakan,” ucapnya.

Baca juga: DPRD Palu Tolak Pelantikan Sekwan Gegara Belum Dapat Restu Pimpinan Dewan, Sebut Menyalahi Aturan

Dalam pelatihan ini, AMSI menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari jurnalis nasional, aktivis lingkungan, hingga perwakilan sektor industri.

Corporate Communication Manager PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), Adhika Paramanandana memaparkan perspektif perusahaan mengenai pengelolaan lingkungan dan komunikasi keberlanjutan.

Andhika menyebut pentingnya transparansi dan komunikasi terbuka antara perusahaan dan media agar bisa membangun kepercayaan publik.

“Transparansi informasi dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci membangun kepercayaan publik dalam pengelolaan lingkungan di sektor industri,” ujarnya.

Peran media, kata Andhika, sangat penting dalam menyampaikan informasi lingkungan secara berimbang, agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh.

Kemudian, Pemimpin Redaksi National Geographic Indonesia, Didi Kaspi Kasim, menekankan pentingnya pendekatan storytelling dalam liputan lingkungan.

Materinya bertajuk “Palu Bercerita: Menggugah dan Jurnalisme Lingkungan”, Didi memaparkan bahwa jurnalis perlu mengaitkan krisis ekologis dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, agar dampaknya terasa nyata, buka sekadar angka maupun grafik.

“Data dan fakta adalah fondasi jurnalisme, tetapi cerita yang kuat membuat publik peduli dan mau terlibat dalam isu lingkungan,” tuturnya.

Sementara, perwakilan Yayasan Komiu Gifvents mengangkat materi mengenai Krisis Ekologis dan Advokasi Tambang di Sulawesi Tengah.

Gifvents menyoroti dampak pertambangan terhadap ekosistem dan ruang hidup masyarakat, terutama di wilayah lingkar tambang.

“Aktivitas pertambangan telah memberi tekanan serius terhadap lingkungan dan ruang hidup warga. Advokasi lingkungan membutuhkan dukungan jurnalisme yang berani dan berpihak pada fakta,” jelasnya.

Gifvents menambahkan, liputan yang konsisten dan berbasis data dapat menjadi alat penting untuk mendorong akuntabilitas pengelolaan sumber daya alam.

Pelatihan ini dilaksanakan secara partisipatif melalui pemaparan interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi penulisan, hingga bedah karya.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun jejaring jurnalis lingkungan di Sulawesi Tengah agar mampu berkolaborasi lintas wilayah dan media.

Olehnya, AMSI Sulteng berharap pelatihan ini melahirkan karya-karya jurnalistik yang kritis, berbasis data dan berpihak pada kelestarian alam.