Politik

Cicit Pendiri Alkhairaat Kecam Fitnah terhadap Ahmad Ali dalam Pamflet

Global Sulteng
×

Cicit Pendiri Alkhairaat Kecam Fitnah terhadap Ahmad Ali dalam Pamflet

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Cicit Pendiri Alkhairaat Kecam Fitnah terhadap Ahmad Ali dalam Pamflet
Cicit dari pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) yakni Abdurrahman Abdillah Al-Jufri mengecam keras pamflet yang mencatut nama dan logo Alkhairaat untuk menyerang calon gubernur Sulteng Ahmad Ali. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Cicit dari pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) yakni Abdurrahman Abdillah Al-Jufri mengecam keras pamflet yang mencatut nama dan logo Alkhairaat untuk menyerang calon gubernur Sulteng Ahmad Ali.

Pamflet tersebut beredar dengan tuduhan (fitnah) tidak berdasar terhadap Ahmad Ali yang menurutnya merusak nama baik Alkhairaat dan mencederai nilai luhur organisasi yang mengajarkan kebajikan.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Pria yang akrab disapa Maan Al-Jufri itu mengungkapkan, tindakan pihak tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan Alkhairaat untuk memfitnah Ahmad Ali sangat tidak pantas.

“Sungguh sangat tidak elok dan tidak pantas ada oknum yang dengan motif tertentu berusaha memfitnah seseorang dan mencatut nama Alkhairaat,” ucap Maan Al-Jufri, Kamis (14/11/2024).

Baca juga: Bandar Judi Kupon Putih di Palu Diringkus Polisi, Potong 10 Persen Jika Klien Menang

Maan menjelaskan bahwa pamflet tersebut mengandung tiga tuduhan utama, yang semuanya tidak sesuai dengan kenyataan.

Tuduhan pertama adalah Ahmad Ali tidak menepati janji terkait konsumsi dalam acara Haul Guru Tua yang ditepis tegas oleh Maan.

“Ahmad Ali hampir setiap tahun, Insya Allah, memberikan kontribusi untuk Haul Guru Tua, tidak hanya di pusat, tapi juga di Desa Wosu, Morowali,” ujarnya.

Menurut Maan, ia sudah mengklarifikasi hal ini kepada Ketua Panitia Haul, Habib Idrus Abdillah Aljufri yang mengonfirmasi bahwa Ahmad Ali turut berkontribusi dalam acara haul terakhir, menunjukkan komitmennya terhadap Alkhairaat.

Tuduhan kedua menyebutkan Ahmad Ali tidak hadir di acara Milad Alkhairaat. Namun, Maan menilai bahwa ketidakhadiran Ahmad Ali justru merupakan bentuk penghormatan terhadap Alkhairaat agar tidak terlihat memanfaatkan organisasi tersebut untuk kepentingan kampanye.

“Beliau sangat bijaksana dengan menjaga jarak agar tidak terlihat sedang memanfaatkan Alkhairaat,” tuturnya.

Fitnah ketiga menuding bahwa Ahmad Ali tidak ikhlas dengan hasil Muktamar Alkhairaat. Maan kembali membantahnya, menegaskan bahwa Ahmad Ali adalah anggota Dewan Pembina Perhimpunan Islam Alkhairaat, menunjukkan kecintaan dan keterikatannya dengan organisasi yang didirikan oleh leluhurnya.

Selain itu, Maan menyoroti kesalahan penulisan dalam pamflet tersebut, dimana nama Alkhairaat ditulis Alkhaeraat dengan huruf E.

“Setiap hal meninggalkan jejak, penulisan yang benar adalah Alkhairaat, bukan Alkhaeraat,” jelasnya.

Dia mengaku telah mengidentifikasi dan menelusuri kesalahan ini sebagai bukti adanya pihak yang berusaha mencemarkan nama baik Alkhairaat.

Baca juga: Oknum Pimpinan Ponpes di Sigi Ditetapkan Tersangka Kasus Pencabulan, Korbannya Anak Dibawah Umur

Maan menegaskan bahwa meski ia memiliki hak memilih dalam pemilihan gubernur, ia tetap tidak menerima penyalahgunaan nama besar Alkhairaat dan Guru Tua untuk fitnah dan kepentingan politik.

Maan berharap, semua pihak menjaga persatuan dan menghindari perpecahan.

“Mari kita menjaga Alkhairaat, menjaga persatuan dan menghormati pilihan masing-masing, semoga Sulteng menjadi daerah yang semakin maju dan damai,” katanya.