Seputar Sulteng

Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido Ingatkan Warga Tak Terprovokasi Pascabentrok Anoa dan Nunu

Global Sulteng
×

Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido Ingatkan Warga Tak Terprovokasi Pascabentrok Anoa dan Nunu

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido Ingatkan Warga Tak Terprovokasi Pascabentrok Anoa dan Nunu
Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido meminta agar masyarakat mengutamakan komunikasi dan musyawarah pascabentrok Anoa dan Nunu. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido meminta agar masyarakat mengutamakan komunikasi dan musyawarah pascabentrok Anoa dan Nunu, Kota Palu, Rabu, 28 Oktober 2026.

Baca juga: Bank Sulteng Sebut Perbaikan Sistem Mobile Banking Mencapai 90 Persen

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Hal itu disampaikan usai menjenguk korban bentrokan antarwarga yang dirawat di RSUD Undata dan melayat korban di Anoa yang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Baca juga: Vale Gandeng Universitas Tadulako Dampingi UMKM Morowali Penuhi Standar Halal

“Jangan sampai ada lagi bentrokan yang menimbulkan korban dan membuat keluarga berduka. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan kepala dingin, saling menghormati, dan mengutamakan musyawarah,” ucapnya.

Baca juga: BRI Perkuat Kepercayaan Investor lewat Tata Kelola, Masuk Top 50 Emiten BigCap 2026

Reny Lamadjido juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta menyerahkan penanganan persoalan hukum kepada pihak berwenang.

Baca juga: Gubernur Anwar Hafid Temui Menteri Haji, Embarkasi Antara Palu Masuk Tahap Verifikasi

Menurutnya, menjaga keamanan serta memulihkan hubungan pascabentrok Anoa dan Nunu membutuhkan keterlibatan semua pihak agar konflik tidak kembali menimbulkan korban.

Baca juga: Pemprov Sulteng Susun Peta Talenta ASN, Siapkan Calon Pemimpin Berbasis Kompetensi

Dia berharap, para korban bisa segera pulih. Melalui program Berani Sehat, masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan,” ujarnya.