Nasional

PT Vale Dampingi Petani Towuti, Hasil Uji Beras Demplot Penuhi Standar Keamanan

Global Sulteng
×

PT Vale Dampingi Petani Towuti, Hasil Uji Beras Demplot Penuhi Standar Keamanan

Sebarkan artikel ini
PT Vale Dampingi Petani Towuti, Hasil Uji Beras Demplot Penuhi Standar Keamanan
Hasil pengujian laboratorium terhadap gabah dari lahan percontohan (demplot) di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menyatakan padi memenuhi standar mutu dan keamanan pangan setelah insiden tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Hasil pengujian laboratorium terhadap gabah dari lahan percontohan (demplot) di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menyatakan padi memenuhi standar mutu dan keamanan pangan setelah insiden tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO).

PT Vale Indonesia Tbk bekerja sama dengan sejumlah lembaga, termasuk IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur, untuk menguji hasil panen dari lahan yang terdampak.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan lahan pertanian dan pemulihan kepercayaan petani setelah insiden tumpahan minyak.

“Pengujian ilmiah ini menjadi bagian dari wujud komitmen perusahaan bahwa seluruh rantai roda perekonomian sektor pertanian di Kecamatan Towuti harus kembali berjalan normal tanpa hambatan ekologis,” kata Yusri.

Vale menyebut pendampingan pertanian berlangsung selama satu siklus budidaya, dari Februari hingga September 2026. Program itu mencakup lahan terdampak di Desa Lioka, termasuk Dusun Molindowe dan Polapi, serta Desa Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu.

Baca juga: Jasa Raharja dan RS Hermina Integrasikan Sistem Santunan, Target Uji Coba Desember 2026

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan insiden, mulai dari pembersihan area terdampak dan identifikasi kerusakan hingga kompensasi serta pengujian hasil panen.

Irwan berharap petani dapat segera memulai musim tanam kedua pada Oktober atau paling lambat November 2026. Pemerintah daerah, kata dia, siap membantu penyediaan bibit, sementara Vale berkomitmen mendampingi petani selama proses penanaman.

Petani Desa Timampu, Mursalim, mengatakan hasil pengujian tersebut memberi keyakinan bagi petani untuk kembali menanam padi.

Meski hasil uji demplot dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan, pemulihan lahan dan pendampingan petani tetap menjadi bagian penting dari penanganan dampak tumpahan MFO agar aktivitas pertanian dapat berlanjut.