Nasional

Jasa Raharja Dorong Kolaborasi Keselamatan Transportasi

Global Sulteng
×

Jasa Raharja Dorong Kolaborasi Keselamatan Transportasi

Sebarkan artikel ini
Jasa Raharja Dorong Kolaborasi Keselamatan Transportasi
Sebanyak 24.296 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi darat membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Sebanyak 24.296 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi darat membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan pelaku usaha angkutan memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan. Pengelolaan armada, kondisi kendaraan, kompetensi pengemudi, hingga waktu kerja dan istirahat harus menjadi perhatian.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Keselamatan tentunya bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama,” kata Awaluddin dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVII ORGANDA di Batam, Kepulauan Riau, 6-8 Oktober 2026.

Menurut Awaluddin, Jasa Raharja memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, pemerintah daerah, ORGANDA, operator transportasi, fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi dilakukan melalui edukasi keselamatan, pemetaan risiko, forum lalu lintas dan angkutan jalan, serta percepatan pelayanan bagi korban kecelakaan.

“Jasa Raharja tidak hanya hadir setelah risiko terjadi. Kami ingin mengambil peran sebelum, saat, dan setelah kecelakaan melalui upaya pencegahan, pelayanan yang cepat dan tepat, serta pendampingan kepada korban dan keluarga,” ujarnya.

Baca juga: BRI Junio Gandeng Mobile Legends, Ada Kartu Debit Khusus dan Cashback Rp50 Ribu

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan angka kematian akibat kecelakaan tersebut menunjukkan keselamatan jalan masih menjadi persoalan serius.

Menurut Aan, pembangunan transportasi darat tidak cukup hanya mengejar konektivitas dan aksesibilitas. Keselamatan harus menjadi dasar penyelenggaraan angkutan penumpang maupun logistik.

“Transportasi harus mampu membangun konektivitas antardaerah dan antarmoda sehingga memberikan akses yang lebih baik bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya. Namun, konektivitas tersebut harus dibangun dengan mengutamakan keselamatan,” kata Aan.

Ketua Umum DPP ORGANDA Adrianto Djokosoetono mengatakan ORGANDA akan terus menjadi mitra pemerintah dalam membahas persoalan dan kebijakan transportasi.

“ORGANDA harus menjadi mitra pemerintah di setiap tingkatan. Kita tidak hanya menyampaikan persoalan, tetapi juga harus aktif berdiskusi, berkolaborasi, dan ikut menghasilkan solusi yang dapat diterapkan,” ujar Adrianto.

Munas XVII ORGANDA mengangkat tema “ORGANDA Menjawab Disrupsi: Kepastian Regulasi, Kesetaraan Usaha, dan Keselamatan Transportasi untuk Angkutan Penumpang dan Logistik Berkelanjutan”.

Awaluddin berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat memperkuat perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pencegahan kecelakaan sebelum risiko terjadi.