GLOBALSULTENG.COM, PALU – PT Vale Indonesia Tbk membagikan penerapan teknologi digital dan praktik pertambangan berkelanjutan dalam Jambore Pertambangan dan Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Sulawesi Tengah 2026 di Palu.
Senior Manager Bahodopi Operations PT Vale, Sarjan Soleman, mengatakan teknologi digital menjadi bagian penting dalam menghubungkan produktivitas tambang dengan keselamatan kerja, efisiensi operasional, dan pengelolaan lingkungan.
“Bagi PT Vale, pertambangan berkelanjutan bukan hanya mengenai bagaimana kami mengelola sumber daya mineral, tetapi juga bagaimana memastikan setiap kegiatan dijalankan secara bertanggung jawab,” kata Sarjan dalam forum yang berlangsung pada 22–23 September 2026.
Di Kabupaten Morowali, PT Vale menggunakan Minerva, sistem manajemen tambang yang memungkinkan perusahaan memantau pergerakan alat, aktivitas penambangan, dan kondisi jalan tambang secara real time.
“Minerva kami terapkan agar peralatan untuk kegiatan konstruksi maupun penambangan dapat dipantau secara terintegrasi. Informasi tersebut membantu kami melihat kondisi aktual di lapangan dan mengambil keputusan berbasis data,” ujarnya.
Perusahaan juga menerapkan sistem high precision pada excavator. Teknologi ini membantu operator melakukan penggalian berdasarkan desain dan parameter teknis, sekaligus meningkatkan akurasi pekerjaan dan mendukung konservasi sumber daya mineral.
Baca juga: Wagub Sulteng Ancam Sanksi Perusahaan Tambang Tanpa Fasilitas Kesehatan
Sarjan mengatakan penerapan teknologi tersebut berjalan beriringan dengan praktik good mining practices, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja, reklamasi serta rehabilitasi lahan, konservasi sumber daya, pengelolaan keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat.
PT Vale mulai memasuki tahap produksi di Morowali pada 2025 setelah menjalani persiapan dan pembangunan infrastruktur sejak 2023.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido mengapresiasi penerapan standar dalam pengembangan industri di Morowali.
Ia mencontohkan pembangunan fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leach (HPAL) di Sambalagi yang dinilai telah memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Salah satu contoh penerapan industri yang bagus ada di Sambalagi, Morowali, melalui pengembangan pabrik HPAL. Menurut saya, itu sudah bagus sekali karena dirancang sesuai dengan standar yang ada,” kata Reny.
Reny menegaskan, perkembangan pertambangan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Kita senang ada tambang, tetapi harus sejalan dan berkembang bersama masyarakat di dalamnya,” ujarnya.
Jambore Pertambangan dan FKTT Sulteng 2026 mengangkat tema “Pertambangan Ramah Lingkungan untuk Generasi Mendatang dan Peradaban Berkelanjutan”.
Forum tersebut membahas keselamatan kerja, kepemimpinan pertambangan, efisiensi operasional, pengelolaan lingkungan, ESG, serta mitigasi dampak pertambangan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Pertambangan dan Geologi di Universitas Tadulako pada 23 September 2026.












