GLOBALSULTENG.COM, PALU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu memberikan penghargaan kepada Kepala Sekolah Pendidikan Nonformal PKBM Anak Mandiri, Henny atas inovasi dan dedikasinya dalam memperluas akses pendidikan bagi anak binaan pemasyarakatan.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Disdikbud Kota Palu Hardi kepada Henny di Lapas Kelas III Perempuan Palu pada 19 Agustus 2026.
Henny dinilai berhasil mengembangkan pendidikan nonformal, khususnya bagi anak binaan pemasyarakatan yang berhadapan dengan hukum serta kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan alternatif.
“Kami memberikan penghargaan ini karena Kepala Sekolah PKBM Anak Mandiri dinilai memiliki inovasi nyata dalam melayani anak binaan pemasyarakatan, masyarakat belajar, dan khususnya kelompok yang membutuhkan akses pendidikan alternatif,” ucapnya.
Menurut Hardi, keberadaan lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM penting untuk menjangkau warga yang belum mendapatkan layanan pendidikan formal.
Pemerintah Kota Palu, kata Hardi, akan terus mendukung program pendidikan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca juga: 23 UMKM Sulteng Lolos Kurasi KKI 2026, Enam Tembus Pameran Jakarta
Selain menjadi Kepala Sekolah PKBM Anak Mandiri, Henny juga bertugas sebagai Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi Lapas Perempuan Palu.
Melalui PKBM Anak Mandiri, Henny bersama pengurus dan tutor menjalankan program pendidikan bagi anak binaan pemasyarakatan. Adapun program tersebut mencakup kejar paket A, B, C serta pelatihan keterampilan.
Henny mengatakan penghargaan tersebut bukan semata-mata untuk dirinya, melainkan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di PKBM Anak Mandiri.
“Ini bukan hanya untuk saya pribadi, tapi untuk seluruh pihak yang telah terlibat, baik pengurus maupun tutor di PKBM Anak Mandiri,” ujar Henny.
Dia berkomitmen menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Ke depan kami akan terus berinovasi agar pendidikan bisa diakses siapa saja, termasuk di lingkungan pemasyarakatan,” jelasnya.












