Seputar Sulteng

Kolaborasi dengan UGM Dorong Ketahanan Pangan di Donggala, Rektor Prof Amar: Bukan Wacana, Untad Sudah Bergerak

Global Sulteng
×

Kolaborasi dengan UGM Dorong Ketahanan Pangan di Donggala, Rektor Prof Amar: Bukan Wacana, Untad Sudah Bergerak

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi dengan UGM Dorong Ketahanan Pangan di Donggala, Rektor Prof Amar: Bukan Wacana, Untad Sudah Bergerak
Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mendorong ketahanan pangan di Kabupaten Donggala pada tahun 2026. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mendorong ketahanan pangan di Kabupaten Donggala pada tahun 2026.

Hal itu disampaikan Rektor Untad, Prof Amar di hadapan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka wisuda ke-138 di Gedung Auditorium, Kamis, 20 Agustus 2026.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi mengambil peran dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.

“Ketahanan pangan bukan hanya sebuah wacana, Untad sudah bergerak,” kata dia.

Prof Amar menjelaskan, KKN kolaborasi Untad dan UGM mengangkat tema Ketahanan Pangan, Ekonomi Regeneratif, Ekonomi Sirkular, Zero Waste dan Blue Economy.

Baca juga: Rektor Prof Amar Paparkan Peran Untad Dukung Swasembada Pangan di Hadapan Mentan Amran

Program tersebut, kata dia, dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi ikut terlibat dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Mahasiswa kita bukan hanya belajar di ruang kelas. Mahasiswa kita belajar menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, keterlibatan Untad dalam penguatan ketahanan pangan telah dimulai sejak 2025 melalui penanaman jagung serentak, pemanfaatan lahan perhutanan sosial di Kabupaten Sigi dan berbagai inovasi pertanian lainnya.

Prof Amar menambahkan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk menghubungkan pengetahuan, teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Pertanian masa depan bukan hanya tentang mencangkul, tetapi berbicara tentang AI, Internet of Things, drone, sensor, big data, smart farming, digital marketplace dan precision agriculture,” jelasnya.