Seputar Sulteng

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Dorong Kepulauan Umbele Morowali Jadi Ibu Kota Kecamatan

Global Sulteng
×

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Dorong Kepulauan Umbele Morowali Jadi Ibu Kota Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Dorong Kepulauan Umbele Morowali Jadi Ibu Kota Kecamatan
Gubernur Sulteng Anwar Hafid mendorong Kepulauan Umbele, Kabupaten Morowali menjadi ibu kota kecamatan. Ia menilai pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi modal awal untuk mewujudkan rencana tersebut. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Gubernur Sulteng Anwar Hafid mendorong Kepulauan Umbele, Kabupaten Morowali menjadi ibu kota kecamatan. Ia menilai pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi modal awal untuk mewujudkan rencana tersebut.

“Ini cita-cita saya sejak dulu ketika menjadi bupati. Masyarakat sudah meminta agar Umbele menjadi ibu kota kecamatan,” kata Anwar Hafid saat menghadiri penutupan TMMD ke-123 Kodim 1311/Morowali di Kepulauan Umbele, Jumat, 14 Agustus 2026.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kata Anwar Hafid, pemerintah tinggal memastikan kesiapan wilayah sebelum mengusulkan perubahan tersebut kepada pemerintah pusat.

“Kalau sudah memungkinkan, saya bersama Ketua DPRD akan membawa usulan ini ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Anwar Hafid menilai pembangunan jalan melalui TMMD menjadi bagian penting untuk membuka akses menuju Umbele Morowali. Infrastruktur itu, kata dia, dapat memperkuat konektivitas sekaligus menunjang perkembangan kawasan kepulauan.

Baca juga: Jasa Raharja Pastikan 25 Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin Dapat Jaminan Perawatan

Dalam TMMD yang berlangsung 15 Juli-13 Agustus 2026 itu, TNI membangun jalan desa sepanjang 4 kilometer dengan konstruksi rabat beton. Selain itu, TNI memasang jaringan air bersih dengan pipa sepanjang sekitar 7 kilometer antarpulau.

Program tersebut juga mencakup pembangunan tiga unit MCK dan tiga ruang terbuka hijau, rehabilitasi lima rumah nelayan dan sekolah, serta penanaman mangrove. Kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan pencegahan stunting dan edukasi mitigasi bencana.

“TMMD telah membantu membuka jalan dan mempersiapkan wilayah ini agar semakin berkembang,” tuturnya.

Dia juga mengapresiasi kontribusi Kodam XXIII/Palaka Wira dalam pembangunan di Sulteng. Meski baru berusia satu tahun, satuan tersebut telah menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut Anwar Hafid, pembangunan di wilayah kepulauan harus menjadi perhatian pemerintah. Kehadiran pemerintah, tidak boleh hanya terkonsentrasi di perkotaan, tetapi juga menjangkau desa dan pulau-pulau.

“Ini adalah wujud kecintaan seorang kepala daerah untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” jelasnya.