Nasional

Jasa Raharja Dorong Integrasi Data untuk Pangkas Hambatan Layanan Korban Kecelakaan

Global Sulteng
×

Jasa Raharja Dorong Integrasi Data untuk Pangkas Hambatan Layanan Korban Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
Jasa Raharja Dorong Integrasi Data untuk Pangkas Hambatan Layanan Korban Kecelakaan
PT Jasa Raharja mendorong pemanfaatan data dan kolaborasi lintas institusi untuk mempercepat layanan perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – PT Jasa Raharja mendorong pemanfaatan data dan kolaborasi lintas institusi untuk mempercepat layanan perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan transformasi digital menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan publik yang lebih cepat, akurat, dan responsif.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Hal itu disampaikan Awaluddin saat menjadi pembicara utama dalam The Forum 2026 yang digelar Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) di Yogyakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dalam forum bertema The Role of Insurance Ecosystems: Connecting with Customers in New Waystersebut, Awaluddin menjelaskan konsep ekosistem perlindungan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat perbaikan layanan.

Menurut dia, perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas merupakan bentuk kehadiran negara. Karena itu, layanan harus mampu memberikan akses kesehatan dan penanganan secara cepat tanpa proses administratif yang berbelit.

“Customer harus menjadi center of improvement. Setiap integrasi sistem, setiap inovasi digital, dan setiap penyederhanaan proses harus bermuara pada satu tujuan, yaitu menghadirkan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Awaluddin.

Ia mengatakan integrasi data secara real-time menjadi salah satu fondasi transformasi layanan Jasa Raharja. Sistem tersebut dibangun melalui kolaborasi dengan Korlantas Polri, pemerintah daerah, rumah sakit, dan sejumlah institusi lainnya.

Integrasi itu memungkinkan proses layanan penjaminan biaya perawatan hingga pembayaran santunan dilakukan lebih cepat dan akura bagi korban kecelakaan.

Baca juga: Rapat Perdana, ALTI Sulteng Mulai Petakan Target Jelang Kejurnas dan Porprov 2026

“Data membantu kami memahami kebutuhan pelanggan secara lebih utuh, sehingga perbaikan layanan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Awaluddin menilai data kini tidak lagi sebatas alat pendukung operasional. Data menjadi dasar dalam mengambil keputusan, memperbaiki proses bisnis, sekaligus mengembangkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya interoperabilitas sistem dan penyelarasan proses bisnis antar-lembaga.

Menurutnya, perlindungan masyarakat tidak dapat berjalan optimal jika setiap institusi bekerja sendiri-sendiri.

“Perlindungan tidak lagi berdiri sebagai produk yang terpisah, tetapi menjadi bagian dari pengalaman layanan publik yang terintegrasi,” kata dia.

Forum AAMAI 2026 mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas transformasi industri asuransi di era digital.

Sejumlah isu yang dibahas antara lain embedded insurance, open insurance, pemanfaatan real-time data, serta penguatan pengalaman pelanggan melalui kolaborasi ekosistem.

Jasa Raharja menilai penguatan ekosistem digital tersebut penting untuk memastikan perlindungan terhadap korban kecelakaan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Dengan integrasi data dan kolaborasi lintas institusi, Jasa Raharja ingin memastikan kehadiran negara tidak berhenti pada proses administrasi, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat ketika membutuhkan perlindungan.