Seputar Sulteng

BNPB Segera Bangun Huntara untuk Korban Gempa M 6,7 di Sigi

Global Sulteng
×

BNPB Segera Bangun Huntara untuk Korban Gempa M 6,7 di Sigi

Sebarkan artikel ini
BNPB Segera Bangun Huntara untuk Korban Gempa M 6,7 di Sigi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera membangun hunian sementara (huntara) untuk korban terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Foto: GlobalSulteng.

GLOBALSULTENG.COM, SIGI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera membangun hunian sementara (huntara) untuk korban terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pembangunan huntara ditargetkan dimulai setelah data penerima dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi rampung diverifikasi.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB, Agus Riyanto, mengatakan BNPB telah menyiapkan desain huntara yang akan digunakan untuk menampung warga yang rumahnya rusak akibat gempa bermagnitudo 6,7 yang mengguncang pekan lalu.

“Desainnya sudah ada dan siap dikerjakan. Ukurannya 6×6 meter dan sudah dilengkapi fasilitas sanitasi,” kata Agus saat ditemui di Posko Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah, Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Agus Riyanto, saat ini BNPB hanya menunggu data calon penerima dari Pemkab Sigi. Data tersebut menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan serta jumlah huntara yang akan didirikan.

Baca juga: Gempa Susulan di Sulteng Sudah Terjadi 1.038 Kali, 35 Dirasakan Masyarakat

Kata Agus Riyanto, proses pembangunan huntara untuk korban gempa dapat segera dimulai apabila data penerima sudah diserahkan pemerintah daerah.

“Kalau data itu sudah siap hari ini, besok mungkin sudah mulai kita kerjakan, lokasi mena saja yang akan dibangun,” ujarnya.

BNPB merencanakan huntara dibangun di lahan milik masing-masing warga terdampak. Skema tersebut dipilih karena sebagian besar rumah warga memiliki halaman atau lahan yang cukup untuk pembangunan hunian sementara.

Dengan pola itu, warga tetap dapat tinggal di lingkungan tempat tinggalnya selama proses pemulihan dan perbaikan rumah berlangsung.

Sementara menunggu pembangunan huntara selesai, warga yang menjadi prioritas penerima akan tetap menempati tenda-tenda pengungsian yang telah disiapkan pemerintah dan lembaga terkait.

Agus memastikan BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam percepatan penanganan pascagempa, termasuk pendataan kerusakan rumah dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Pembangunan huntara menjadi salah satu langkah darurat untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak dan aman selama masa transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.