GLOBALSULTENG.COM, PALU – Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyambut langsung kedatangan jamaah haji asal Sulawesi Tengah di Bandara Internasional Mutiara SIS Aljufri Palu, Sabtu, 20 Juni 2026.
Jamaah yang tergabung dalam Kloter BPN-9 tersebut berasal dari Kabupaten Morowali, Banggai Laut, Poso, dan Kota Palu.
Mereka tiba menggunakan pesawat komersial sekitar pukul 08.30 WITA setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Suasana haru mewarnai penyambutan kedatangan jamaah. Sejumlah keluarga yang telah menunggu sejak pagi tampak menyambut dengan pelukan, tangis bahagia, dan ungkapan syukur atas kepulangan anggota keluarga mereka.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyampaikan rasa syukur karena seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Ia berharap para jamaah membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
“Kembali di tanah tercinta ini semoga membawa berkah bagi diri sendiri, keluarga, dan daerah yang kita cintai,” ucapnya.
Baca juga: Berawal dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tumbuh Bersama Program Pemberdayaan UMKM BRI
Kata Anwar Hafid, dirinya bersama Pangdam XIII/Merdeka dan sejumlah pejabat daerah sengaja meluangkan waktu untuk menyambut langsung kedatangan para jamaah haji.
Menurutnya, menyambut kepulangan tamu Allah merupakan kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi pemerintah daerah.
Pada kesempatan itu, Anwar Hafid juga menyampaikan doa bagi jamaah haji asal Sulteng yang wafat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci maupun dalam perjalanan pulang.
Ia berharap seluruh amal ibadah para jamaah yang meninggal dunia diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Selain menyampaikan ucapan selamat datang, Gubernur Anwar Hafid mengingatkan jamaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan setelah menjalani perjalanan panjang dan rangkaian ibadah yang menguras tenaga.
Kelelahan pascahaji sering kali baru dirasakan setelah jamaah tiba di rumah dan kembali beraktivitas.
“Saya berharap bapak dan ibu beristirahat yang cukup serta tidak memaksakan diri menerima tamu secara berlebihan. Kesehatan harus menjadi prioritas,” tuturnya.












