GLOBALSULTENG.COM – Desa Banyuanyar, Kabupaten Boyolali, bertransformasi menjadi desa percontohan berbasis kolaborasi dan keberlanjutan melalui konsep Banyuanyar Green Smart Village.
Pengembangan desa ini bertumpu pada kekuatan masyarakat dengan pendekatan terpadu dan berkelanjutan.
Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, mengatakan pembangunan desa dilakukan secara bertahap melalui model pentahelix yang melibatkan berbagai pihak.
Upaya tersebut melahirkan kampung UMKM sebagai fondasi utama penguatan ekonomi desa.
“Prosesnya tidak mudah, tetapi secara bertahap kami berhasil membangun kampung UMKM sebagai bagian dari Banyuanyar Green Smart Village,” ucapnya, Sabtu (28/3/2026).
Pengembangan ekonomi desa dijalankan melalui konsep One Kampung One Product (OKOP). Setiap kampung memiliki produk unggulan, seperti kampung kopi, kampung susu, kampung madu, kampung ekonomi kreatif, hingga kampung biofarmaka.
Seluruh aktivitas produksi dikelola langsung oleh masyarakat, mulai dari bahan baku hingga pemasaran.
Penguatan ini didukung oleh BUMDes Kampus Kopi Banyuanyar yang mengelola berbagai unit usaha berbasis komunitas.
Direktur BUMDes, Musli, menyebut sektor wisata edukasi menjadi salah satu keunggulan desa karena dikembangkan berbasis partisipasi warga.
Di sektor peternakan, Kampung Susu berhasil meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan susu menjadi berbagai produk seperti yoghurt dan pie susu.
Baca juga: Bakpao Gandum RoyalKueID Kembangkan Usaha lewat Digitalisasi, Manfaatkan QRIS dan LinkUMKM BRI
Ketua Klaster Kampung Susu, Pramono, mengatakan langkah ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan peternak.
Sementara itu, klaster kopi melalui Kedai Barendo menunjukkan kemandirian petani dalam mengolah dan memasarkan hasil panen.
Inovasi juga berkembang di Klaster Biofarmaka, di mana masyarakat mengolah tanaman obat keluarga menjadi produk pangan dan minuman modern.
Pengembangan Banyuanyar semakin diperkuat melalui program Desa BRILian dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Dukungan diberikan dalam bentuk pendampingan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga digitalisasi dan promosi produk.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa program Desa BRILian dirancang untuk memperkuat ekonomi desa melalui empat pilar utama, yakni penguatan BUMDes dan koperasi, digitalisasi, keberlanjutan, serta inovasi.
Hingga saat ini, lebih dari 5.200 desa di Indonesia telah mendapatkan pendampingan melalui program tersebut.
“Banyuanyar menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dan inovasi mampu mendorong desa tumbuh mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dhanny.












