GLOBALSULTENG.COM, PALU – Ribuan lembar uang palsu berbagai pecahan dimusnahkan. Uang tersebut merupakan temuan masyarakat, perbankan dan kasus-kasus yang diungkap aparat kepolisian dari periode 2014 sampai 2025.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah (Sulteng) Muhamad Irfan Sukarna mengatakan pemusnahan ribuan lembar uang palsu itu merupakan komitmen seluruh anggota Botasupal dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah.
“Sekecil apapun uang yang tidak asli beredar, bisa berpengaruh kepada stabilitas ekonomi dan keuangan negara,” ucapnya di Kantor Bank Indonesia Sulteng, Kamis (5/3/2026).
Kata Irfan Sukarna uang palsu yang dimusnahkan sebanyak 3.274. Rinciannya, 2.224 lembar pecahan Rp100.000, 998 lembar pecahan Rp50.000, 25 lembar pecahan Rp20.000, 11 lembar pecahan Rp10.000 dan 16 lembar pecahan Rp5.000.
Menurut Irfan Sukarna, pihaknya akan terus meningkatkan pemahaman masyarakat melalui program Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah.
Hal ini dilakukan untuk memastikan agar masyarakat memiliki kemampuan yang memadai dalam mengenal keaslian rupiah dan terhindar dari risiko peredaran uang palsu khususnya menjelang lebaran.
“Kita harus berhati-hati, apalagi pada saat malam hari, gunakan metode 3D (dilihat, diraba dan diterawang), langkah sederhana mengenali keaslian uang,” ujarnya.
Irfan Sukarna mengimbau agar masyarakat segera melaporkan ke Kantor Bank Indonesia, kepolisian atau perbankan terdekat jika menemukan uang rupiah yang diragukan keasliannya.
“Jajaran Botosupal akan memperkuat sinergi untuk mencegah peredaran uang tidak asli, upaya yang dilakukan dengan cara melakukan tindakan preemtif, edukasi hingga represif,” tuturnya.


