Seputar Sulteng

75 WNA Diperiksa Polisi Pasca Konflik Antara PT Askon dan Aliansi Masyarakat Matarape

Global Sulteng
×

75 WNA Diperiksa Polisi Pasca Konflik Antara PT Askon dan Aliansi Masyarakat Matarape

Sebarkan artikel ini
75 WNA Diperiksa Polisi Pasca Konflik Antara PT Askon dan Aliansi Masyarakat Matarape
Sebanyak 75 Warga Negara Asing (WNA) di evakuasi ke Polda Sulteng pasca demo Aliansi Masyarakat Matarape berujung bentrok di Jalan Hauling PT Astima Konstruksi (Askon) Kabupaten Morowali. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Sebanyak 75 Warga Negara Asing (WNA) di evakuasi ke Polda Sulteng pasca demo Aliansi Masyarakat Matarape berujung bentrok di Jalan Hauling PT Astima Konstruksi (Askon) Kabupaten Morowali, Jumat, 2 Oktober 2026.

Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini mengatakan 75 WNA tersebut akan dilakukan pemeriksaan di Polda Sulteng.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kata Reza, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Imigrasi terkait keberadaan sejumlah WNA itu, termasuk memeriksa kelengkapan administrasi.

“Kami terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi secara intensif serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata dia. Sabtu, 3 Oktober 2026.

Reza menjelaskan, personel gabungan masih bersiaga di Desa Matarape untuk mengantisipasi terjadinya bentrok lanjutan.

Berdasarkan data sementara, terdapat empat korban dalam peristiwa itu, di antaranya tiga WNI dan satu WNA dan telah dilakukan perawatan.

Baca juga: Permudah Masyarakat, Samsat Parimo Hadirkan Inovasi Bayar Pajak via WhatsApp

Reza mengimbau agar seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi atas informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Percayakan penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Diketahui, bentrok ini terjadi pasca aksi protes Aliansi Masyarakat Matarape akibat debu aktivitas PT Askon yang berdampak pada permukiman dan lahan warga Desa Matarape.

Massa saat itu memblokade akses jalan menuju jetty hauling PT Askon. Salah satu perwakilan perusahaan menemui massa, namun tidak mendapatkan solusi.

Situasi pun kembali memanas saat pihak perusahaan diduga menghancurkan dua kendaraan massa aksi menggunakan ekskavator.

Akibatnya, massa aksi melakukan perlawanan dengan membakar sejumlah mobil hingga alat berat perusahaan.