GLOBALSULTENG.COM – PT Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada 17 ahli waris korban meninggal dunia dalam insiden KM Virgo Transport 8 hingga Sabtu, 26 September 2026. Total santunan yang telah disalurkan mencapai Rp850 juta.
Selain santunan kematian, Jasa Raharja memberikan jaminan biaya perawatan kepada 21 korban luka dengan nilai maksimal Rp420 juta. Dua santunan penggantian biaya penguburan juga telah diserahkan.
Jasa Raharja masih memproses lima santunan bagi korban meninggal dunia lainnya. Penyaluran dilakukan setelah identitas korban dan ahli waris diverifikasi.
Berdasarkan perkembangan penanganan hingga Sabtu pukul 06.15 WITA, dari 243 orang dalam daftar penumpang dan awak atau POB, sebanyak 161 orang telah dievakuasi.
Sebanyak 87 orang selamat tanpa memerlukan perawatan dan telah kembali ke rumah. Sementara 21 korban yang mengalami luka telah mendapat penanganan medis dan juga diperbolehkan pulang.
Korban meninggal dunia tercatat 53 orang. Dari jumlah tersebut, 25 orang telah teridentifikasi, sedangkan 28 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Baca juga: BRI Raih Penghargaan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di WOTM 2026
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin juga menyerahkan santunan secara langsung kepada Dewi Indarti, istri almarhum Deny Dwi Saputra, salah satu korban yang telah teridentifikasi.
Santunan diserahkan di rumah duka di Dukuh Meican, RT 1/3, Candi Ampel, Boyolali, Jawa Tengah. Jenazah Deny tiba di rumah duka pada Jumat, 25 September 2026.
“Kecepatan dalam memberikan pelayanan tetap menjadi perhatian kami. Namun, kecepatan tersebut harus berjalan bersama dengan ketepatan data dan verifikasi, agar santunan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak,” kata Awaluddin.
Baca juga: Enam Korban KM Virgo Transport 8 Terima Santunan Jasa Raharja
Ia mengatakan Jasa Raharja terus berkoordinasi dengan Tim SAR, Tim DVI, rumah sakit, aparat, pemerintah daerah, serta pihak terkait dalam proses pencarian, evakuasi, identifikasi, hingga pemenuhan hak korban dan keluarga.
Jasa Raharja juga menyiagakan personel melalui posko di sejumlah wilayah untuk memantau perkembangan penanganan korban.
“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan hadir melalui posko-posko yang telah disiagakan. Bagi kami, penanganan tidak berhenti pada saat santunan diserahkan,” ujar Awaluddin.












