Kriminal Hukum

Oknum Guru di Sigi Dilapor Polisi, Diduga Cabuli Santrinya usai Nonton Konser

Global Sulteng
×

Oknum Guru di Sigi Dilapor Polisi, Diduga Cabuli Santrinya usai Nonton Konser

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Kasus Dugaan Pencabulan di Sigi: Polisi Belum Periksa Oknum Guru, Ini Alasannya
Kepolisian Resor (Polres) Sigi telah memeriksa 3 orang saksi dalam kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru berinisial TR. Foto: iStockphoto.

GLOBALSULTENG.COM, SIGI – Seorang santri FP (laki-laki 13 tahun) di Kabupaten Sigi diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum guru berinisial TR yang juga sesama jenis.

Adapun kasus dugaan pencabulan yang dilakukan TR terhadap telah dilaporkan ayah korban yakni MN ke Polres Sigi berdasarkan laporan polisi bernomor: LP/GAR/B/88/XI/2024/SPKT-III/Polresta Sigi/Polda Sulteng tertanggal 7 November 2024.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Baca juga: Dukungan Anak Muda di Sulteng Jadi Kunci Kemenangan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri di Pilkada 2024

Kasus dugaan ini terungkap setelah salah satu santri berinsial GL melihat aksi tak senonoh yang dilakukan TR kepada korban FP.

Dugaan pencabulan terhadap korban yang berasal dari Kecamatan Parigi, Kabupaten Parimo itu terjadi 2 kali yakni pada bulan Oktober dan 5 November 2024.

Saat itu, pelaku yang baru pulang dari menonton konser langsung mendatangi asrama santri sekitar pukul 21.00 wita.

“Saat itu dia (pelaku) baru pulang nonton konser di Huntap dan datang ke asrama sekitar jam 9 malam, saat itu saya pura-pura tidur karena saya sudah curiga memang, saya lihat dia sudah tindis dan melakukan pencabulan kepada FP (korban),” ucap GL.

Baca juga: Bawaslu Palu Ingatkan Jajaran Pengawas Jaga Integritas dan Profesional di Pilkada 2024

Pasca melihat kejadian tak senonoh itu, GL pun langsung ketakutan dan meninggalkan asrama.

“Jadi selesai dia cabuli temanku ini, dia pergi dan datang lagi ke asrama, saat datang dia dapat saya bangun, mungkin dia curiga saya liat kejadian tadi,” ujarnya.

“Setelah dia pergi lagi saya lari dari asrama, takut saya jangan sampai dia nekat, saya lari ke perkampungan dari malam, subuh saya dijemput papaku dan saya ceritakan apa yang dialami temanku, sudah dicerita juga sama papanya korban,” tambahnya.

Baca juga: KPU Sulteng Rakor Mitigasi Pelanggaran Pilkada 2024, Sebut 3 Ada Tahapan Krusial

Laporan terkait dugaan pencabulan oleh oknum guru di Kabupaten Sigi itu dibernarkan juga oleh Kasi Humas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Sabtu (9/11/2024).

“Sudah proses lidik, pemeriksaan saksi dan korban,” katanya.