Ekonomi

Ardi Manfaatkan KUR BRI untuk Kembangkan Usaha Ketoprak Warisan Orang Tua

Global Sulteng
×

Ardi Manfaatkan KUR BRI untuk Kembangkan Usaha Ketoprak Warisan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Ardi Manfaatkan KUR BRI untuk Kembangkan Usaha Ketoprak Warisan Orang Tua
Ardi Yulianto mempertahankan usaha ketoprak yang dirintis orang tuanya sejak 1990-an. Berbekal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp25 juta pada 2017, ia mengembangkan usaha dari berjualan menggunakan gerobak menjadi warung tetap di Kelurahan Ketapang Besar, Kabupaten Bengkulu Selatan. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Ardi Yulianto mempertahankan usaha ketoprak yang dirintis orang tuanya sejak 1990-an. Berbekal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp25 juta pada 2017, ia mengembangkan usaha dari berjualan menggunakan gerobak menjadi warung tetap di Kelurahan Ketapang Besar, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Ardi mengatakan, keputusan meneruskan usaha ketoprak keluarga bukan sekadar untuk mencari nafkah, tetapi juga menjaga sumber penghidupan yang telah dibangun orang tuanya. Selama sekitar 10 tahun berjualan dengan gerobak, ia mempertahankan cita rasa ketoprak yang menjadi ciri khas keluarganya.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Pelanggan tetap setia, dan kepercayaan mereka menjadi semangat bagi saya untuk terus mengembangkan usaha ini,” ujar Ardi.

Pembiayaan KUR BRI ia gunakan untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk menyewa tempat berjualan. Dengan warung tetap, pelanggan tidak perlu lagi mencari gerobaknya ketika ingin membeli ketoprak. Ardi juga lebih leluasa melayani pembeli dan menjangkau pelanggan baru.

Kini, usaha tersebut turut melibatkan anggota keluarga. Bagi Ardi, keterlibatan mereka menjadi cara untuk menjaga usaha warisan orang tua agar terus memberikan penghidupan bagi generasi berikutnya.

Ia juga memanfaatkan QRIS BRI untuk menyediakan pilihan pembayaran nontunai.

Baca juga: Jelang HUT ke-131, BRI Perkuat UMKM dan Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Menurut Ardi, dukungan BRI tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga pendampingan dari Mantri BRI selama proses pengajuan hingga pengembangan usaha.

“Dari gerobak keliling hingga memiliki warung sendiri, saya ingin menyampaikan bahwa usaha kecil siapa pun dapat menyimpan harapan besar bagi sebuah keluarga,” katanya.

Pengalaman Ardi sejalan dengan hasil riset BRI Research Institute pada 2025 bertajuk Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM. Dari 2.928 responden debitur BRI yang disurvei, sebanyak 66,2 persen melaporkan peningkatan omzet usaha. Sebanyak 45,9 persen responden mencatat kenaikan omzet pada kisaran 5–15 persen.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, penyaluran KUR merupakan bagian dari upaya BRI mendukung kewirausahaan dan mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas.

“Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar,” ujar Akhmad.

Bagi Ardi, perkembangan usahanya bukan hanya soal memiliki tempat berjualan yang lebih nyaman. Ia ingin menjaga usaha yang dirintis orang tuanya tetap bertahan, berkembang, dan menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya lintas generasi.