GLOBALSULTENG.COM – Sinergi Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani terus menunjukkan kinerja solid dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia.
Salah satu penguatan nyata terlihat dari pertumbuhan BRILink Agen Mekaar. Hingga Maret 2026, jumlah agen tercatat mencapai 426 ribu dengan 2,68 juta transaksi dan volume mencapai Rp3,52 triliun.
Angka ini mencerminkan tingginya pemanfaatan layanan keuangan di tingkat komunitas.
BRILink Agen Mekaar merupakan bagian dari nasabah program Mekaar yang dijalankan PNM, yang fokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui pembiayaan berbasis kelompok.
Dalam skema ini, para ketua kelompok diberdayakan menjadi agen layanan keuangan di lingkungannya.
Para agen melayani berbagai transaksi seperti transfer, tarik tunai, hingga pembayaran tagihan. Selain mempermudah akses layanan, mereka juga memperoleh tambahan penghasilan dari sharing fee transaksi.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa pengembangan jaringan ini menjadi bagian dari strategi memperluas inklusi keuangan berbasis komunitas.
“BRI membangun ekosistem sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai agen layanan keuangan. Ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan inklusi keuangan di Indonesia,” ucapnya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menambahkan, inisiatif ini turut mendorong pembukaan rekening Simpedes UMi secara luas dan mempercepat proses naik kelas sekitar 1,4 juta debitur PNM sepanjang 2025 melalui pemanfaatan layanan BRI dan Pegadaian.
Seiring perkembangan, peran BRILink Agen Mekaar kini tidak hanya sebagai penyedia transaksi, tetapi telah bertransformasi menjadi lifestyle micro provider yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Program ini juga sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa dan lapisan bawah, guna mendorong pemerataan dan pengentasan kemiskinan.
BRI menilai, BRILink Agen Mekaar tidak hanya menjadi kanal distribusi layanan keuangan, tetapi juga infrastruktur penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya bagi segmen unbankable.












