GLOBALSULTENG.COM, PALU – Persoalan jaringan internet mencuat dalam Kunjungan Kerja Daerah Pemilihan (Kundapil) Anggota DPRD Kota Palu, Ulfa, di Jl Bora Indah, Kelurahan Pantoloan Boya, Jumat (3/4/2026).
Mayoritas warga mengeluhkan buruknya akses internet yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku UMKM, serta mengganggu proses belajar siswa yang bergantung pada jaringan.
Ketua RW 5, Gufran, mendesak Dinas Kominfo Kota Palu segera mengambil langkah konkret. Bahkan, Gufran menyatakan kesiapan RT-RW dan pihak Sekolah untuk membayar iuran bulanan demi tersedianya layanan WiFi.
“Ini untuk kepentingan pendidikan, kami juga hampir tidak ada yang dapat beasiswa dari Sangu Palu, padahal tingkat kemiskinan, disini paling banyak. Tetapi bagaimana kami mau akses, sedangkan jaringan tidak ada,” ucapnya.
Gufran juga membeberkan akan melakukan aksi di Kantor Wali Kota Palu agar persoalan persoalan jaringan internet segera diatasi.
“Kami mau adakan aksi, sudah berbagai organisasi kami hubungi, sudah bertahun-tahun kami menunggu tidak ada diperbaiki sampai sekarang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua RT 1 RW 5, Masrin, menyatakan bahwa pihaknya siap berkontribusi secara finansial. Pihak sekolah setempat juga telah mengalokasikan dana BOS untuk mendukung kebutuhan internet demi kelancaran proses belajar mengajar.
Disisi lain, Kepala Dinas Kominfo Kota Palu, Muh Akhir Armansyah, menyebut bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan warga dengan melakukan peninjauan lapangan dan berkoordinasi dengan penyedia layanan jaringan.
“Saya akan telusuri dan koordinasi dengan provider, mudah-mudahan segera ada solusi,” tuturnya.
Sementara, Anggota DPRD Palu Ulfa berkomitmen untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas. Ia menilai akses internet menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk mendukung sektor pendidikan.
“Ini sudah bertahun-tahun dikeluhkan, tidak bisa terus diabaikan. Saya akan kawal agar segera ada solusi,” jelasnya.






