Ekonomi

Lewat Program Desa BRILiaN, Desa Pajambon di Kuningan Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Global Sulteng
×

Lewat Program Desa BRILiaN, Desa Pajambon di Kuningan Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Sebarkan artikel ini
Lewat Program Desa BRILiaN, Desa Pajambon di Kuningan Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Desa Pajambon di Kabupaten Kuningan menunjukkan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dengan mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Desa Pajambon di Kabupaten Kuningan menunjukkan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dengan mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Capaian tersebut mengantarkan Desa Pajambon masuk jajaran desa terbaik dalam Program Desa BRILiaN yang diinisiasi Bank Rakyat Indonesia.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kepala Desa Pajambon, Nani Arinngsih, mengatakan pengembangan ekonomi desa dilakukan melalui pendekatan klaster agar setiap sektor tumbuh lebih terarah.

“Dengan adanya klaster, pemerintah desa dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ucapnya, Rabu (1/4/2026).

Sektor pertanian menjadi fondasi utama, dengan komoditas unggulan seperti sayuran, jambu merah, kopi, dan tanaman hias. Produk tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga diolah untuk meningkatkan nilai tambah.

Di sisi lain, pengembangan wisata seperti Curug Lembah Cilengkrang dan Agrowisata Pakuon menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sejak 2022.

Baca juga: Momentum Earth Hour, BRI Dorong Keberlanjutan Melalui Aksi Nyata di Lingkungan Kerja

Penguatan ekonomi juga didukung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola berbagai unit usaha, mulai dari BUMDes Mart, agrowisata, hingga program ketahanan pangan. Layanan keuangan melalui agen BRILink turut memperluas akses transaksi masyarakat.

Selain pertanian, klaster peternakan domba dan kopi menjadi alternatif sumber pendapatan warga. Produksi kopi lokal jenis Arabika, Robusta, dan Tuberika terus didorong melalui dukungan alat produksi dan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyebut Desa Pajambon sebagai contoh keberhasilan pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Menurutnya, Program Desa BRILiaN tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi juga mendorong pendampingan dan penguatan ekosistem usaha desa.

Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.