GLOBALSULTENG.COM – Di tengah maraknya minuman kekinian, UMKM Inni Dawet asal Jakarta Timur tetap bertahan dengan mengusung minuman tradisional es dawet yang dikemas secara modern.
Produk ini mengandalkan santan segar dan gula merah asli, dipadukan dengan variasi topping serta kemasan praktis.
Pemilik Inni Dawet, Rilla Kusuma Dewi, mengatakan usaha tersebut dirintis sejak 2019 dengan tujuan menghadirkan minuman tradisional yang tetap relevan di tengah perubahan tren.
“Awalnya kami menjual secara sederhana dengan pemasaran dari mulut ke mulut. Seiring waktu, kami terus berinovasi agar produk tetap diminati,” ucapnya, Minggu (29/3/2026).
Dalam perjalanannya, Inni Dawet menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga persaingan pasar.
Namun, dengan menjaga kualitas rasa dan meningkatkan pelayanan, usaha ini mulai memiliki pelanggan tetap serta memperluas pemasaran melalui pameran dan skema business-to-business (B2B).
Untuk memperkuat kapasitas usaha, Rilla memanfaatkan ekosistem pembelajaran LinkUMKM dari Bank Rakyat Indonesia.
Selain itu, operasional bisnis juga didukung layanan digital seperti QRIS BRI dan rekening usaha guna mempermudah transaksi dan pencatatan keuangan.
“LinkUMKM membantu kami memahami strategi pemasaran digital, pengemasan produk, hingga pengelolaan keuangan. Dampaknya, jumlah pesanan dan jangkauan pasar meningkat,” ujarnya.
BRI mencatat hingga akhir 2025, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM di seluruh Indonesia. Platform ini menyediakan berbagai fitur terintegrasi, mulai dari pelatihan, komunitas, hingga akses pasar digital.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa LinkUMKM menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat daya saing UMKM.
“Melalui ekosistem ini, BRI mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan beradaptasi dengan perubahan pasar,” tuturnya.
Dengan dukungan digitalisasi dan pendampingan berkelanjutan, Inni Dawet terus memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap mampu bersaing di era modern.












