Olahraga

Final Sepak Bola di Desa Sejoli Parimo Ricuh, Raja Tarkam Seydou Diakite Dikeroyok

Global Sulteng
×

Final Sepak Bola di Desa Sejoli Parimo Ricuh, Raja Tarkam Seydou Diakite Dikeroyok

Sebarkan artikel ini
Final Sepak Bola di Desa Sejoli Parimo Ricuh, Raja Tarkam Seydou Diakite Dikeroyok
Laga final sepak bola antarkampung (tarkam) di Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diwarnai kericuhan. Foto: Tangkapan Layar.

GLOBALSULTENG.COM, PARIMO – Laga final sepak bola antarkampung (tarkam) di Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diwarnai kericuhan, Minggu (1/2/2026).

Laga final dalam turnamen Sejoli Cup itu mempertemukan antara Sejoli FC vs Persilo FC.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Seydou Diakite pemain transferan Sejoli FC yang dikenal dengan julukan Raja Tarkam itu dipukul oleh sejumlah pemain dan penonton.

Kericuhan itu pun viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Facebook Putra Malik. Postingannya mendapatkan 123 komentar dan dibagikan 373 kali.

Laga yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Tiga Serumpun Desa Sejoli Parimo itu awalnya berjalan normal. Hanya saja, karena intensitas semakin tinggi, terjadi hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Polres Morowali Mangkir, PN Poso Tunda Sidang Praperadilan Empat Warga Torete Pekan Depan

Salah satu pemain Sejoli FC Rivaldi mengatakan bahwa kericuhan itu terjadi saat Seydou Diakite mendapatkan umpan lambung dan terlibat sentuhan dengan penjaga gawang Persilo FC.

Hal itu kemudian memantik kemarahan penjaga gawang yang sempat memukul Seydou Diakite. Selang beberapa menit, terdapat seorang pria memakai baju hitam dan topi memasuki lapangan dan ikut melakukan pemukulan.

“Memang sejak babak pertama, tensi permainan sudah panas, aksi pemukulan itu terjadi sekitar 10 menit babak kedua,” ucap Rivaldi kepada GlobalSulteng melalui via telepon WhatsApp, Senin (2/2/2026).

Eks pemain Persipal Palu juga menyayangkan peristiwa pemukulan itu terjadi. Dia berharap, peristiwa serupa tidak terjadi di pertandingan-pertandingan lainnya.

“Semoga kedepan tidak ada lagi yang seperti itu terjadi dan panitia harus memperketat keamanan,” ujarnya.