Seputar Sulteng

Reny Lamadjido Ingatkan Calon Dokter Dampak Jika Tak Kuasai Teknik Mikroskop dan Perawatan Alat Laboratorium

Global Sulteng
×

Reny Lamadjido Ingatkan Calon Dokter Dampak Jika Tak Kuasai Teknik Mikroskop dan Perawatan Alat Laboratorium

Sebarkan artikel ini
Reny Lamadjido Ingatkan Calon Dokter Dampak Jika Tak Kuasai Teknik Mikroskop dan Perawatan Alat Laboratorium
Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido, mengatakan bahwa akurasi diagnosis medis sangat ditentukan oleh kualitas pemeriksaan laboratorium, khususnya penguasaan teknik mikroskop dan perawatan alat. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido, mengatakan bahwa akurasi diagnosis medis sangat ditentukan oleh kualitas pemeriksaan laboratorium, khususnya penguasaan teknik mikroskop dan perawatan alat.

Menurut Reny, kemampuan membaca preparat mikroskopis merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai dokter dan calon dokter spesialis patologi klinik.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kesalahan penggunaan maupun perawatan mikroskop, dapat berdampak langsung pada ketepatan hasil pemeriksaan dan berujung pada kesalahan diagnosis pasien.

“Tidak ada diagnosis yang bisa ditegakkan tanpa pemeriksaan laboratorium yang baik. Penguasaan mikroskop, mulai dari pembesaran 10, 40 hingga 100, penggunaan imersi, sampai perawatan lensa harus dilakukan secara benar dan konsisten,” ucapnya saat Workshop Komprehensif Optimalisasi Teknik Mikroskop dan Manajemen Perawatan Rutin di Aula Kedokteran Universitas Tadulako, Sabtu (31/1/2026).

Reny Lamadjido juga menyoroti masih terbatasnya jumlah dokter spesialis patologi klinik di Sulteng.

Baca juga: Anwar Hafid Ajak Hidayatullah Kolaborasi Empat Program Berani Cetak SDM Unggul

Adapun dari kebutuhan yang ada, saat ini baru tersedia sekitar 16 dokter spesialis patologi klinikyang tersebar di 12 kabupaten dan 1 kota, sehingga masih terdapat rumah sakit yang belum memiliki dokter spesialis secara tetap.

“Masih ada rumah sakit yang belum memiliki dokter spesialis patologi klinik sama sekali, ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Reny Lamadjido mendorong dokter umum dan tenaga analis kesehatan untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu laboratorium.

“Kualitas laboratorium menentukan kepercayaan tenaga klinis. Jika mutu laboratorium rendah, hasil pemeriksaan akan diragukan dan berdampak pada pelayanan pasien,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya ketepatan proses pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik dalam pemeriksaan laboratorium.

“Kesalahan pada tahap pengambilan dan penanganan sampel, berpotensi memengaruhi hasil pemeriksaan secara signifikan,” jelasnya.