Seputar Sulteng

Strategi Pemerintah Mencetak Generasi Emas 2045 Lewat MBG dan Deretan Kasus Keracunan Siswa di Sulawesi Tengah

Global Sulteng
×

Strategi Pemerintah Mencetak Generasi Emas 2045 Lewat MBG dan Deretan Kasus Keracunan Siswa di Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Strategi Pemerintah Mencetak Generasi Emas 2045 Lewat MBG dan Deretan Kasus Keracunan Siswa di Sulawesi Tengah
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan strategi Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas 2045. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan strategi Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas 2045.

Hal itu disampaikan saat Dadan Hindayana melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (25/9/2025).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kata Dadan, program tersebut tidak hanya menyasar anak sekolah, balita, dan ibu hamil, tetapi membangun ekosistem pangan lokal dengan memberdayakan petani, peternak, nelayan hingga koperasi desa.

“Satu Nusantara Center Pangan Gizi (NCPG) bisa memberi makan ribuan anak per-hari, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah, mulai dari kebutuhan beras, telur hingga buah-buahan yang semuanya diserap dari petani dan pemasok lokal,” ujarnya.

Ihwal kasus siswa keracunan usai santap MBG di Banggai Kepulauan (Bangkep) Sulawesi Tengah, Dadan menyatakan bahwa murni persoalan pergantian pemasok dan saat ini sedang diperbaiki.

Baca juga: Pemprov dan DPRD Sulteng Setujui Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Tompotika, Punya Tujuh Kecamatan

“Operasional dihentikan sementara untuk memastikan kualitas kembali sesuai standar, yang terpenting, dengan sinergi pemerintah daerah, kejadian seperti ini bisa dicegah sejak awal,” tuturnya.

Disisi lain, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan program MBG bertujuan untuk membangun generasi sehat, cerdas dan meringankan beban orang tua.

“Program ini bukan sekadar memastikan anak-anak tumbuh dengan gizi baik, tapi juga mengurangi beban keluarga setiap hari, ini adalah cara presiden mengundang berkah bagi negeri,” jelasnya.

Dia menambahkan, Pemprov Sulteng bersama seluruh kepala daerah siap mengawal program tersebut secara serius, termasuk melalui pembentukan satgas pengawasan hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Kalau sampai ada keracunan, kita semua yang malu, maka dari itu, mulai dari bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa harus merasa memiliki program ini. Karena memberi makan rakyat adalah tugas mulia sekaligus tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Diketahui, kasus siswa diduga keracunan usai menyantap MBG marak terjadi di seluruh Indonesia khususnya Provinsi Sulawesi Tengah.

Dilansir dari berbagai sumber, puluhan pelajar dari MTs Sis Al-Jufri Tatuta dan SMK Bina Potensi Kota Palu diduga keracunan usai menyantap MBG pada Rabu 27 Agustus 2025.

Para siswa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bala Keselamatan (BK) Palu untuk menjalani perawatan medis.

Siswa tersebut mengalami gejala bermacam-macam mulai dari pusing, sesak nafas, nyeri dada, gatal-gatal kemerahan, mual dan muntah-muntah.

Selanjutnya, siswa keracunan MBG juga terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) pada Rabu 17 September 2025. Ratusan siswa tersebut dilarikan ke RSUD Trikora Salakan.

Baca juga: Profil Irjen Pol Endi Sutendi, Rekan Seangkatan Kapolri yang Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng Pengganti Irjen Pol Agus Nugroho

Adapun dari total 335 siswa yang diduga keracunan tersebut, 301 orang telah pulih dan dipulangkan. Sementara, 34 lainnya masih menjalani perawatan medis akibat gejala kram otot dada, kaki, tangan dan sesak nafas.

Terbaru, kasus serupa terjadi di pada siswa SMP Negeri 2 Taopa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) pada Rabu 24 September 2025.

27 siswa harus dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami mual, muntah dan pusing usai menyantap MBG.

Kabarnya, 17 siswa sudah diizinkan pulang, namun 10 orang lainnya masih menjalani perawatan medis. Perawatan dilakukan di RSUD Buluye Napoa’e Moutong.