Seputar Sulteng

Kepala Bank Indonesia Sulteng Sebut Program Pasukan Ditjenpas Optimalkan 23 Hektare Lahan Bisa Hasilkan 500 Ton Cabai per Tahun

Global Sulteng
×

Kepala Bank Indonesia Sulteng Sebut Program Pasukan Ditjenpas Optimalkan 23 Hektare Lahan Bisa Hasilkan 500 Ton Cabai per Tahun

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Kepala Bank Indonesia Sulteng Sebut Program Pasukan Ditjenpas Optimalkan 23 Hektare Lahan Bisa Hasilkan 500 Ton Cabai per Tahun
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Rony Hartawan menilai program penanaman cabai di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bentuk amal jariah kolektif yang sarat nilai dan keberkahan. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Rony Hartawan menilai program penanaman cabai di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bentuk amal jariah kolektif yang sarat nilai dan keberkahan.

Hal itu disampaikan saat peresmian program Lapas Untuk Ketahanan Pangan (PASUKAN) di SAE Lapas Palu, Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Rabu (26/6/2025).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Tanah adalah berkah, tapi menanam di atas tanah itu adalah amal dan ketika amal dilakukan bersama, maka jadilah nilai, itulah yang sedang kita tanam di sini yakni nilai gotong royong serta keberkahan,” ucapnya.

Kata Rony, terdapat sekitar 23 hektare lahan di lingkungan lapas yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal. Melalui ide dan inisiatif Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan, lahan-lahan tersebut kini mulai ditanami cabai dengan sistem pertanian terstruktur.

Baca juga: Bank Indonesia Sulteng Gencarkan Edukasi QRIS dan Perlindungan Konsumen untuk UMKM

Dengan asumsi panen sebanyak empat kali dalam setahun dan hasil 5–6 ton per-hektare, program ini diperkirakan dapat menghasilkan hingga 500 ton cabai setiap tahunnya.

Menurut Rony, jumlah ini sangat potensial untuk mendukung berbagai program strategis daerah.

“Produksi cabai ini bisa disinergikan dengan sekolah rakyat, program MBG maupun pasar murah, ini sejalan dengan misi berani makmur dari Pemprov Sulteng yang bertujuan menstabilkan harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya mendukung sektor ketahanan pangan, program ini juga menyentuh dimensi pendidikan dan kesehatan.

Rony menyebutkan bahwa warga binaan kini tak hanya belajar keterampilan berbasis UMKM, tetapi juga mulai memahami dunia pertanian, termasuk tanaman obat.

“Ini mendukung program berani cerdas, hingga berani sehat, ketika warga binaan belajar hal-hal baru, itu artinya kita membekali mereka dengan bekal hidup setelah masa pemasyarakatan selesai,” tuturnya.

Ronny pun menekankan bahwa pemilihan lokasi di area lapas bukan tanpa alasan. Ia menilai, program ini lebih dari sekadar menanam tanaman, melainkan menanam nilai yang berdampak luas.

Baca juga: Gubernur Anwar Hafid Dukung Pembentukan TKDV dan Program Magang ke Jepang untuk Lulusan SMA/SMK di Sulteng

“Yang kita tanam bukan cuma cabai, tapi value nilai kebersamaan, nilai keberkahan, nilai sosial, ini yang membuat program ini menjadi amal jariah kolektif,” tuturnya.

Rony menambahkan, semangat gotong royong yang terbangun melalui program PASUKAN telah menginspirasi Gubernur Sulteng untuk mengusung spirit berani berkah.

“Semoga apa yang kita kerjakan hari ini menjadi amal jariah untuk kita semua, dan membawa kemaslahatan bagi sulteng,” jelasnya.