Seputar Sulteng

Wabup Morowali Dorong Penempatan ASN Berbasis Kompetensi dan Kinerja

Global Sulteng
×

Wabup Morowali Dorong Penempatan ASN Berbasis Kompetensi dan Kinerja

Sebarkan artikel ini
Wabup Morowali Dorong Penempatan ASN Berbasis Kompetensi dan Kinerja
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, Sulawesi Tengah, memetakan potensi dan kinerja 5.535 aparatur sipil negara (ASN) untuk mendukung penempatan jabatan berbasis kompetensi. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, Sulawesi Tengah, memetakan potensi dan kinerja 5.535 aparatur sipil negara (ASN) untuk mendukung penempatan jabatan berbasis kompetensi.

Dalam pemetaan manajemen talenta, empat nama masuk kategori kandidat suksesor pada Kotak 9.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Morowali, Asep Haerudin, menyebut empat nama tersebut terdiri atas Alamsyah untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), serta Albakarah Firmansyah, Adnan, dan Indo Unga untuk jabatan administrator.

Alamsyah memperoleh nilai total 82,96. Sementara itu, Albakarah Firmansyah meraih nilai 84,19, Adnan 83,25, dan Indo Unga 81,50.

Asep menyampaikan pemetaan itu saat memaparkan kesiapan Pemkab Morowali dalam ekspose pembangunan manajemen talenta ASN di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, yang hadir mewakili bupati, mengatakan manajemen talenta diperlukan untuk mengidentifikasi potensi, kompetensi, dan kinerja ASN secara objektif. Hasil pemetaan diharapkan menjadi dasar pengembangan karier dan penempatan aparatur sesuai kebutuhan organisasi.

Baca juga: Basarnas Perkuat Kesiapan Evakuasi Korban Kebakaran Hutan di Kabupaten Sigi

“Melalui manajemen talenta ini, saya berharap potensi dan kinerja seluruh ASN di Kabupaten Morowali dapat terlihat dengan baik, sehingga menjadi dasar dalam pengembangan karier dan penempatan aparatur sesuai kompetensi,” kata Iriane.

Dari total 5.535 ASN di Morowali, sebanyak 3.060 merupakan pegawai negeri sipil (PNS), sedangkan sisanya berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Pemaparan Pemkab Morowali juga mencakup kondisi jabatan kosong, pemetaan potensi dan kinerja, pembaruan data kepegawaian, serta rencana profiling ASN bersama Kantor Regional IV BKN Makassar.

Pemerintah daerah turut menyiapkan pembinaan kompetensi melalui coaching, mentoring, dan pembelajaran berbasis pengalaman.

Wakil Kepala BKN RI Suherman menekankan pentingnya komitmen pimpinan daerah, tata kelola kelembagaan, serta data kepegawaian yang akurat dan terintegrasi untuk mendukung penerapan manajemen talenta.

Morowali tercatat sebagai kabupaten/kota ketiga di Sulawesi Tengah yang melaksanakan ekspose penerapan sistem tersebut. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara antara Pemkab Morowali dan BKN RI.