GLOBALSULTENG.COM – Nilam Sari mengembangkan usaha dari toko besi dan pangkalan elpiji menjadi pengelola 15 gerai BRILink Agen di kawasan perkebunan dan industri di Medan, Sumatera Utara.
Jaringannya melayani kebutuhan transaksi masyarakat, termasuk pekerja perkebunan dan penerima bantuan sosial, dengan aktivitas mencapai ratusan transaksi sehari.
Nilam Sari memulai usaha BRILink pada 2014 dengan menawarkan layanan pembayaran listrik, pembelian pulsa, dan pembayaran cicilan kepada pelanggan toko besi serta pangkalan gas miliknya.
Seiring meningkatnya kebutuhan warga, layanan itu berkembang hingga mampu menangani ribuan transaksi setiap bulan.
Kini, gerai-gerai Nilam melayani setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, pengisian saldo BRIZZI, serta pembelian pulsa.
Ia juga membuka layanan mulai pukul 07.00 hingga 23.00 untuk menjangkau masyarakat di luar jam operasional bank.
Kebutuhan transaksi tunai meningkat seiring perubahan sistem pembayaran upah pekerja perkebunan.
Ketika pekerja mulai menerima upah melalui layanan perbankan, kebutuhan penarikan uang tunai di sekitar kawasan perkebunan ikut tumbuh.
Baca juga: Ardi Manfaatkan KUR BRI untuk Kembangkan Usaha Ketoprak Warisan Orang Tua
Gerai BRILink Nilam menjadi alternatif bagi warga saat kantor bank belum buka, antrean panjang, atau mesin ATM kehabisan uang tunai.
Dalam mengembangkan jaringan tersebut, Nilam mendapat pendampingan Sri Wahyuni, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Branch Office Medan Gatot Subroto.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perkembangan usaha Nilam menunjukkan peran BRILink Agen dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Konsistensi Nilam selama lebih dari satu dekade menunjukkan bahwa BRILink Agen dapat berkembang dengan memahami kebutuhan masyarakat,” kata Dhanny, Kamis (22/10/2026).
Hingga akhir September 2026, BRI mencatat lebih dari 1 juta BRILink Agen yang menjangkau lebih dari 60 ribu desa atau sekitar 80 persen desa di Indonesia.
Jaringan tersebut membukukan sekitar 750 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp1.270 triliun.
BRI juga mencatat kontribusi pendapatan berbasis komisi (fee-based income) sebesar Rp1,3 triliun dan penghimpunan dana murah (current account savings account/CASA) sebesar Rp32 triliun.
Perkembangan jaringan BRILink menunjukkan bagaimana layanan keuangan berbasis agen dapat menjangkau masyarakat di luar kantor bank, sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi pelaku usaha yang mengelolanya.













