GLOBALSULTENG.COM – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp1.235,4 triliun hingga akhir triwulan II 2026.
Nilai tersebut tumbuh 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan mencakup 75,1 persen dari total portofolio kredit BRI.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, perseroan menyelaraskan strategi bisnis dengan agenda pembangunan pemerintah, terutama penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan ekonomi.
“Berbagai program pemerintah kami terjemahkan menjadi akses pembiayaan, pemberdayaan, dan layanan keuangan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujar Hery, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dukungan terhadap sektor produktif juga terlihat dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir September 2026, BRI menyalurkan KUR Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur, setara 87,9 persen dari alokasi tahun ini sebesar Rp190 triliun.
Sebanyak Rp114,76 triliun atau 68,71 persen dari penyaluran KUR tersebut mengalir ke sektor produksi. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penerima terbesar dengan porsi 42,82 persen.
Baca juga: Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja Raih Rekognisi In-House Counsel Elite 2026
Di sektor pertanian, pembiayaan BRI mencapai Rp239,46 triliun hingga akhir triwulan II 2026. Pembiayaan ini diarahkan untuk mendukung produktivitas usaha pertanian dan ketahanan pangan.
BRI juga memperluas akses keuangan melalui Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian. Hingga triwulan II 2026, ekosistem tersebut melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sekitar 2,3 juta debitur tercatat telah naik kelas.
Pada tingkat desa, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 6.351 desa hingga September 2026. Sementara itu, program KlasterkuHidupku mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha.
BRI turut mendukung akses perumahan melalui penyaluran KPR subsidi sebesar Rp19,81 triliun kepada lebih dari 144 ribu debitur hingga September 2026. Sebanyak 98 persen pembiayaan tersebut menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Hery mengatakan, BRI akan terus memperkuat pembiayaan produktif, pemberdayaan UMKM, dan layanan keuangan hingga tingkat desa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.













