Nasional

BRI Tanam 30 Ribu Mangrove di Demak, Sampah Plastik Diolah Jadi Pemecah Ombak

Global Sulteng
×

BRI Tanam 30 Ribu Mangrove di Demak, Sampah Plastik Diolah Jadi Pemecah Ombak

Sebarkan artikel ini
BRI Tanam 30 Ribu Mangrove di Demak, Sampah Plastik Diolah Jadi Pemecah Ombak
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menanam 30 ribu bibit mangrove di pesisir Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, untuk membantu memulihkan ekosistem pantai yang terancam abrasi dan banjir rob. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menanam 30 ribu bibit mangrove di pesisir Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, untuk membantu memulihkan ekosistem pantai yang terancam abrasi dan banjir rob.

Program melalui BRI Peduli bertajuk BRI Menanam – Grow & Green itu dipadukan dengan pembangunan struktur pemecah ombak untuk meredam energi gelombang laut dan membantu pengendapan sedimen.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Penanaman dilakukan dengan metode rumpun berjarak dalam kegiatan percontohan perlindungan Pantai Utara Jawa berbasis solusi alam atau Nature-based Solutions.

Demak menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob akibat kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, serta penurunan muka tanah. Kerusakan kawasan mangrove dan persoalan sampah plastik turut menambah tekanan terhadap lingkungan pesisir dan kehidupan masyarakat.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan untuk mendukung pemulihan ekosistem sekaligus memberi manfaat bagi warga.

“Melalui BRI Peduli, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Dhanny, Senin (19/10/2026).

Baca juga: Vale Indonesia Bawa UMKM Binaan ke HUT Sulsel, Buka Peluang Kerja Lewat Job Fair

Selain menanam mangrove, BRI Peduli mengembangkan pengelolaan sampah terpadu di Desa Berahan Kulon, Demak.

Program ini menyediakan rumah produksi di tempat penampungan sementara untuk mengolah sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan, termasuk Eco Hex Brick sebagai material struktur pemecah ombak.

Program tersebut telah menghasilkan 5.000 unit Eco Hex Brick yang digunakan untuk membangun 28 menara pemecah ombak dengan panjang susunan mencapai 100 meter.

Struktur itu diharapkan membantu meredam gelombang dan mendukung pengendapan sedimen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mangrove.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, mangrove berperan meredam energi gelombang, sedangkan produksi material pemecah ombak juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ketua Kelompok Tani Barokah, Matsaeri, mengatakan keterlibatan warga dalam produksi Eco Hex Brickmemberi peluang kerja sekaligus mendukung upaya perlindungan pantai dari abrasi.

Sejak diluncurkan pada 2023, program BRI Menanam – Grow & Green telah menanam lebih dari 155 ribu bibit pohon dengan potensi serapan emisi sebesar 54,77 ton CO₂e, berdasarkan data yang disampaikan perusahaan.