Ekonomi

Berkat KUR BRI, Warung Rahmat Hidayat Berkembang dan Warga Garut Lebih Mudah Bertransaksi

Global Sulteng
×

Berkat KUR BRI, Warung Rahmat Hidayat Berkembang dan Warga Garut Lebih Mudah Bertransaksi

Sebarkan artikel ini
Berkat KUR BRI, Warung Rahmat Hidayat Berkembang dan Warga Garut Lebih Mudah Bertransaksi
Rahmat Hidayat mengembangkan usaha dari berjualan gorengan menjadi pemilik warung sembako dan usaha jual beli hasil bumi di Kampung Cilingga, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Rahmat Hidayat mengembangkan usaha dari berjualan gorengan menjadi pemilik warung sembako dan usaha jual beli hasil bumi di Kampung Cilingga, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

Sejak 2023, ia memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk memperkuat modal dan meningkatkan kapasitas usahanya.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Dampaknya terlihat dari jumlah pelanggan yang meningkat. Jika sebelumnya warung Rahmat melayani sekitar 10 orang per hari, kini jumlahnya mencapai 60 orang.

Persediaan barang dagangannya juga bertambah sehingga ia dapat memenuhi lebih banyak kebutuhan warga.

“Awalnya saya hanya berjualan gorengan. Saya kemudian terinspirasi untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan KUR BRI. Selain bunganya ringan, pelayanan yang saya terima juga sangat membantu,” kata Rahmat Hidayat, Senin (19/10/2026).

Rahmat kemudian memperluas layanan usahanya dengan menjadi BRILink Agen sekitar lima bulan lalu. Melalui layanan ini, warga dapat melakukan tarik tunai, membayar angsuran pinjaman, mengisi saldo dompet digital, membeli pulsa, hingga membeli token listrik.

Kehadiran layanan tersebut memangkas jarak yang harus ditempuh warga untuk mengakses layanan perbankan.

Baca juga: BRI Dukung Gerai CERDAS PeKA UNAIR, Perkuat Literasi Keuangan Digital Mahasiswa

Sebelumnya, mereka perlu menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer selama 1,5 jam menggunakan sepeda motor. Kondisi jalan yang terjal dan biaya transportasi pulang-pergi hingga Rp100 ribu menambah beban warga.

Kini, berbagai transaksi dapat dilakukan melalui agen milik Rahmat di kampung mereka sendiri.

“Saya senang dapat membantu masyarakat memperoleh layanan perbankan dengan lebih dekat. Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya yang cukup besar hanya untuk menarik uang atau membayar angsuran,” ujarnya.

Perjalanan usaha Rahmat sejalan dengan hasil riset BRI Research Institute pada 2025 bertajuk Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM. Dari 2.928 responden debitur BRI, sebanyak 66,2 persen melaporkan peningkatan omzet usaha. Sebanyak 45,9 persen responden mencatat kenaikan omzet sebesar 5–15 persen.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, penyaluran KUR merupakan bagian dari upaya BRI mendukung Asta Cita, terutama dalam mendorong kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

“Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar,” kata Akhmad.