GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperluas akses layanan keuangan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mendukung aktivitas ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa.
Upaya itu dilakukan melalui kegiatan Sinergi Penguatan KDKMP di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, serta sejumlah koperasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).
Di Lampung Selatan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama jajaran BRI dan pemerintah daerah mengunjungi Koperasi Merah Putih Desa Bumisari. Dalam kegiatan tersebut, BRI menyalurkan bantuan sembako melalui program BRI Peduli.
Sementara di Nganjuk, Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Direktur Commercial BRI Alexander Dippo Paris meninjau KDKMP Sambiroto, Nglawak, dan Garu. Mereka memeriksa stok barang, ketersediaan produk di rak, transaksi kasir, serta mendengar masukan warga mengenai harga dan layanan koperasi.
Direktur Commercial BRI Alexander Dippo Paris mengatakan, BRI mendukung pengembangan KDKMP melalui layanan keuangan yang dekat dengan masyarakat, salah satunya lewat jaringan BRILink Agen.
“Kami mendukung KDKMP dengan menghadirkan akses layanan keuangan yang benar-benar dekat dengan masyarakat. Melalui KDKMP yang memiliki BRILink Agen, masyarakat dapat bertransaksi, menabung, hingga mengembangkan usaha melalui fasilitas pinjaman,” ujar Dippo.
Baca juga: Bantu Lansia Akses Layanan Keuangan, Agen BRILink di Binjai Layani 4.500 Transaksi per Bulan
Melalui BRILink Agen, anggota koperasi dan warga dapat melakukan setor-tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, serta pembelian produk tertentu. Jaringan ini juga dapat menjadi jalur rujukan untuk produk simpanan dan pembiayaan BRI sesuai ketentuan. BRI turut menyediakan layanan cash pick up dan pembayaran menggunakan QRIS bagi pedagang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, KDKMP dirancang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa sekaligus wadah bagi wirausaha muda dan penyerapan hasil panen petani.
Koperasi juga diharapkan membantu menjaga kestabilan harga melalui perannya sebagai pembeli hasil panen (offtaker).
Rangkaian kunjungan pemerintah ini melibatkan 19 menteri, wakil menteri, dan pimpinan lembaga yang mendatangi 107 KDKMP di tujuh provinsi.
Pemerintah menyebut pembangunan 27.894 bangunan koperasi telah rampung. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan operasional koperasi, termasuk penyaluran barang bersubsidi seperti beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kilogram, dan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.













