GLOBALSULTENG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan nasabah agar mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan perbankan. Pelaku memanfaatkan berbagai sarana komunikasi untuk memperoleh data pribadi dan informasi rahasia nasabah.
Direktur Operations BRI Hakim Putratama mengatakan nasabah perlu memastikan sumber komunikasi sebelum memberikan data atau mengikuti instruksi yang diterima.
“BRI terus memperkuat kapabilitas teknologi dan pengelolaan sistem untuk menjaga keamanan dan keandalan layanan digital. Di sisi lain, kami mengajak nasabah untuk selalu berhati-hati ketika menerima komunikasi yang mengatasnamakan BRI,” ujar Hakim, Rabu (30/9/2026).
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kanal BRI Contact 1500017. Nomor resmi tersebut menggunakan 1500017 tanpa tambahan prefiks atau kode seperti “+”, “-”, maupun “+62”. Nomor tersebut juga bukan nomor masking atau nama kontak WhatsApp.
Baca juga: BRI Buka Jalan UMKM ke Pasar Global lewat Pembiayaan dan Business Matching
BRI menegaskan petugas tidak pernah meminta data rahasia nasabah, seperti PIN, User ID, password, kode OTP, maupun CVC/CVV kartu.
Nasabah yang membutuhkan informasi atau bantuan dapat menggunakan kanal resmi BRI, antara lain Sabrina melalui WhatsApp 0812 1214 017, Pusat Bantuan di aplikasi BRImo, email callbri@bri.co.id, dan situs resmi BRI.
Informasi produk dan layanan juga tersedia melalui akun media sosial resmi BRI, yakni TikTok dan Instagram @bankbri_id, Facebook BANK BRI, serta platform X melalui @BANKBRI_ID, @promo_BRI, dan @kontakBRI.
Hakim meminta nasabah tidak terburu-buru mengambil tindakan ketika menerima komunikasi yang mencurigakan.
“Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman. Jangan terburu-buru mengambil tindakan ketika menerima komunikasi yang mencurigakan, dan pastikan informasi tersebut berasal dari kanal resmi BRI,” katanya.













